Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Ekonom: Salah Besar BLT dan BSU Dibagikan Bersamaan dengan Kenaikan BBM

Rabu, 31 Agu 2022 - 21:10 WIB
Salah Besar BLT dan BSU Dibagikan Bersamaan dengan Kenaikan BBM
Presiden Jokowi bagikan BLT BBM di Jayapura, Papua.

Kalau benar harga BBM subsidi naik pada September 2022, Presiden Jokowi seharusnya memerintahkan anak buahnya untuk menyalurkan bantalan sosial sebagai dampak kenaikan pada bulan sebelumnya.

Direktur Center of Economic and Law Studie (Celios), Bhima Yudhistira kepada Inilah.com, Jakarta, Rabu (31/8/2022), mempertanyakan momentum penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk menjaga daya beli pasca penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. “Misalnya, BBM mau naik bulan September, maka bansos kompensasi idealnya akhir Agustus sudah cair semua,” ungkap Bhima.

Masih terkait program BLT BBM dan BSU, kata Bhima, akurasi dan kecepatan penyalurannya perlu terus dioptimalkan. “Jangan sampai, harga BBM naik, tapi bansos baru dihitung, atau belum 100 persen cair. Efeknya konsumsi atau daya beli rumah tangga pasti turun,” tuturnya.

Baca juga
7 Tahun Menjabat, Analis: Jokowi Boros Utang, Wong Cilik Makin Miskin

Hari ini, Presiden Jokowi meninjau penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) BBM di Jayapuura, Papua. Program ini, diharapkan bisa meringankan beban masyarakat apabila dalam waktu dekat terjadi kenaikan harga, dampak kenaikan harga BBM subsidi.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah mematok BLT BBM senilai Rp150 ribu per bulan, diberikan langsung untuk dua bulan senilai Rp300 ribu. Karena untuk 4 bulan, jatah BLU BBM dibagikan dua kali Rp300 ribu.

“Hari ini kita telah memulai pembagian BLT BBM yang diberikan kepada masyarakat selama empat bulan, per bulannya diberikan Rp 150 ribu, jadi totalnya Rp600 ribu, diberikan dua kali,” kata Jokowi.

Baca juga
Di Muktamar NU, Jokowi Singgung Dapat Telepon dari Kiai Soal Vaksin

Selain BLT BBM untuk 20,6 juta penerima, kata mantan Wali Kota solo dan Gubernur DKI Jakarta ini, pemerintah juga bansos (Bantuan Subsidi Upah/BSU) untuk 16 juta pekerja rendahan yang gajinya maksimal Rp3,5 juta. “Subsidi BBM juga kita berikan kepada pekerja. Sebesar Rp600 ribu untuk kurang lebih 16 juta pekerja,” tuturnya

Langkah ini, tentunya bertujuan untuk menopang daya beli tidak anjlok dampak dari kenaikan harga BBM subsidi. Total dana tambahan bansos pemerintah mencapai Rp24,17 triliun. Terbagi untuk BLT BBM sebesar Rp12,4 triliun dan BSU sebesar Rp9,6 triliun.

Kalau tak ada aral, kenaikan harga BBM subsidi bakal diumumkan malam ini. Kemungkinannya, Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter. Kenaikannya mencapai 30,7 persen.

Baca juga
Kalah Gugatan di WTO Soal Setop Ekspor Nikel, Jokowi Isyaratkan 'Aku Rapopo'

Sedangkan Solar harganya naik dari Rp5.150 menjadi Rp7.200 per liter. Kenaikannya mencapai 39,8 persen. Ada pula BBM beroktan 92 atau Pertamax yang diinfokan naik dari Rp12.500 menjadi Rp16.000 per liter. Kenaikannya 28 persen.

 

Tinggalkan Komentar