Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Salah Cetak Ayat 8 Al-Kahfi, Kemenag Larang Peredaran Alquran Terbitan BWA

Jumat, 07 Okt 2022 - 07:08 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Muslim Woman Reading From The Quran Stock Photo - inilah.com
Foto: istock

Kementerian Agama merespon teguran seorang warganet bernama Dr Indra Kusumah yang menemukan adanya salah cetak Surat Al-Kahfi mushaf Alquran.

Melalui akun Twitter, @aindraku, ia membagikan kesalahan cetak Alquran tersebut. Kesalahan cetak itu tepatnya pada ayat 8 surat Al-Kahfi, yaitu kata lajaa’iluuna tertulis lajaahiluuna

“Allah berjanji menjaga Alquran dari perubahan oleh tangan-tangan jahil. Satu huruf saja diubah, huruf AIN ع diganti ه HA pada QS Al Kahfi:8, ketahuan! Maknanya berubah jauh. Masa Allah disebut bodoh 🤦‍♂️? Segera tarik dari peredaran @Kemenag_RI,” kata Indra dikutip di Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Indra pun mengajak warga lain untuk memeriksa cetakan Alquran di rumahnya. Karena jika ada yang salah cetak maka bisa fatal akibatnya. “Cek Alquran di rumah kita. Apakah QS Al Kahfi ayat 8 seperti di gambar? Jika YA, ada kesalahan satu huruf yang fatal!” ujarnya.

Baca juga
Pertemuan AHY-Anies untuk Satukan Energi Perubahan dan Perbaikan

Merespon hal tersebut, Kemenag menjelaskan, kesalahan cetak pada lembaran mushaf Alquran yang diterbitkan Badan Wakaf Alquran (BWA) kembali beredar di media sosial.

Informasi ini sebelumnya juga beredar pada April 2022. Saat itu, Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama telah memberikan penjelasan.

Melalui keterangan persnya, Kepala LPMQ Muchlis M Hanafi menyampaikan bahwa Mushaf Alquran tersebut adalah pesanan Badan Wakaf Alquran (BWA) kepada penerbit Mulia Abadi Bekasi.

“Mushaf tersebut tidak melalui proses pentashihan di LPMQ. Adapun Surat Tanda Tashih yang tercantum dalam mushaf tersebut adalah Surat Tanda Tashih untuk mushaf Ar-Rahman milik penerbit Mulia Abadi Bekasi,” demikian penjelasan Kemenag pada Rabu, (5/10/2022).

Baca juga
Hantu AIDS, Poligami dan Para Apotaktikoi

Oleh karena itu, LPMQ telah menyampaikan teguran dan peringatan serta memerintahkan untuk melakukan penarikan dan melarang mushaf tersebut untuk diedarkan.

LPMQ Kemenag juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada LPMQ Kemenag bila masih menemukan mushaf Alquran yang keliru tersebut. Tak hanya itu, LPMQ juga meminta masyarakat mengirimkan mushaf tersebut kepada penerbit Mulia Abadi.

Penerbit itu memiliki alamat di Jalan Mughni Raya, No. 107, Jatimekar, Jatiasih, Bekasi, Telepon (021) 84904159, WA 0811165370, email: [email protected]

“Untuk diganti dengan mushaf Alquran yang sudah benar,” bunyi keterangan tersebut.

Tinggalkan Komentar