Selasa, 16 Agustus 2022
18 Muharram 1444

Salah Pilih Capres, PDIP Kandas di 2024

Minggu, 26 Jun 2022 - 12:15 WIB
Whatsapp Image 2022 06 21 At 12.41.48 Pm - inilah.com
Sikap PDIP yang tidak terburu-buru menentukan capres-cawapres dianggap bentuk kehati-hatian. Khawatir suaranya menciut pada 2024. Foto: Antara

PDIP potensi kehilangan banyak suara pada Pemilu 2024 jika salah memilih calon presiden (capres). Pasalnya figur capres turut berkontribusi untuk menaikkan suara pada pemilu legislatif (Pileg) 2024.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, faktor itu yang membuat PDIP membutuhkan waktu untuk menetapkan pasangan capres-cawapres. Selain takut kehilangan kekuasaan, PDIP juga ingin menjaga kursi mayoritas di parlemen.

“Jika PDIP tidak hati-hati, pilihan capres dan cawapres mereka bisa kandas di tengah jalan. Dan bisa jadi, akan berimbas pada keterpilihan mereka di legislatif,” kata Ray, di Jakarta, Minggu (26/6/2022).

Sekarang ini muncul wacana PDIP bakal menduetkan Ketua DPR Puan Maharani dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai pasangan capres-cawapres. Namun wacana ini diyakini hanya cek ombak atau sekadar memancing reaksi publik.

Ray mengungkapkan kehati-hatian PDIP juga dimaksudkan untuk menjaga soliditas internal. Terlebih Presiden Jokowi, yang merupakan kader PDIP, juga memiliki peran untuk menentukan capres.

Baca juga
Minta AMPI Menangkan Golkar di Pemilu 2024, Airlangga: Selalu Siap Tempur

“Misalnya, Pak Jokowi memiliki capres yang tidak sejalan dengan pilihan PDIP, situasinya akan makin bertambah sulit bagi kemenangan PDIP,” pungkasnya.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani tidak mau berkomentar banyak ketika disinggung potensi dirinya bakal diusung menjadi capres. Begitu pula ketika ditanyai kemungkinan bakal diduetkan dengan Ganjar.

Puan menyebutkan belum ada tanda-tanda Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal menentukan capres-cawapres. “(Saya) Belum ditunjuk, belum ada tanda-tanda juga,” kata dia.

Selepas Rakernas PDIP, Puan ditunjuk partai untuk membangun komunikasi dengan ketum-ketum parpol lain. Namun dia tidak memastikan apakah komunikasi juga bakal dilakukan dengan parpol-parpol di luar pemerintah.

Baca juga
Aturan Soal Pendaftaran Parpol Disetujui, KPU Harus Gunakan Data Terbaru

“Kerja sama dengan partai lain kita akan jajaki. Jadi jangan kemudian, karena belum ketemu sama ketum parpol lain enggak mau kerja sama. Toh, waktu di Istana kan Ibu Megawati bertemu dengan semua ketum parpol lain kan, cuma belum sempat bersilaturahmi,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar