Minggu, 14 Agustus 2022
16 Muharram 1444

Sambangi Putin di Istana Kremlin, Jokowi Bawa Kabar Baik untuk Petani Indonesia

Jumat, 01 Jul 2022 - 11:18 WIB
Sambangi Putin di Istana Kremlin, Jokowi Bawa Kabar Baik untuk Petani
Presiden Jokowi dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (Makassar Terkini).

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia, membawa kabar baik. Rusia buka lagi keran ekspor pangan dan pupuk ke negara sahabat, termasuk Indonesia. Kabar baik untuk petani Indonesia.

Usai menerima Presiden Jokowi di Istara Kremlin, Moskow, Kamis (30/6/2022), Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan rencana membuka ekspor pupuk ke Indonesia. “Kami siap untuk sepenuhnya memenuhi permintaan produsen pertanian dari Indonesia, dan negara-negara sahabat lainnya, untuk nitrogen, fosfat, pupuk kalium. Bahan baku untuk produksi mereka,” tegas Putin, dikutip dari kantor berita TASS, Jumat (1/7/2022).

Sementara Presiden Jokowi mengapresiasi itikad baik Rusia, membuka kerja sama di bidang pangan dan pupuk. Termasuk jaminan keamanan terhadap pengirimannya. “Saya sangat menghargai, Presiden Putin tadi menyampaikan akan memberi jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk. Ini sebuah berita yang baik,” ujar Jokowi.

Tidak hanya dari Rusia, kata Jokowi, komoditas dari Ukraina dipastikan segera diperdagangkan ke seluruh negara, tanpa menghadapi hambatan tertentu. Rusia sepakat tidak menyerang kapal-kapal dari Ukraina yang membawa bahan pangan. “Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama jalur laut, Presiden Putin sudah memberikan jaminan keamanan,” imbuhnya.

Dengan kembali bergeraknya logistik pangan dari Rusia dan Ukraina, Jokowi meyakini, upaya reintegrasi komoditas asal kedua negara Eropa Timur ini, memulihkan rantai pasok global.

Baca juga
Konsisten Tolak Presiden Tiga Periode, Partai Buruh Siap Motori People Power

Harga Pupuk Mahal

Ketua Umum Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas mengatakan, petani saat ini dihadapkan kepada masalah pelik. Yakni, mahalnya harga pupuk menjelang musim tanam. Kenaikan harga pupuk tak kira-kira. Dua kali lipat lebih.

Berdasarkan data Asosiasi Bank Benih Tani Indonesia (AB2TI), harga pupuk berbasiskan nitrogen mengalami kenaikan tiga kali lipat ketimbang tahun lalu. Sementara pupuk berbasiskan kalium dan fosfat, naik 2,5 kali lipat dari sebelumnya. “Kenaikan harga pupuk ini baru terjadi beberapa bulan lalu. dampaknya, harga beras bisa naik pada Agustus,” kata Dwi Andreas.

Selain itu, kata Dwi Andreas, cadangan beras di gudang Perum Bulog sangatlah minim. Bahkan boleh disebut mengkhawatirkan. Hingga 24 Juni 2022, serapan beras petani oleh Perum Bulog, hanya 1,09 juta ton. “Biasanya stok Bulog di atas 2 juta ton,” ungkapnya.

Baca juga
Jajal Sirkuit Mandalika, Jokowi: Kalau untuk Pembalap Mungkin Enggak Masalah, Tapi Saya?

Dengan modal beras hanya 1 juta ton, Dwi Andreas pesimis pemerintah mampu mengatasi gejolak harga. Karena hanya 3 persen dari konsumsi. Idealnya, cadangan beras di Perum Bulog mencapai 10 persen dari konsumsi. “Itu efektif untuk meredam harga,” ujarnya.

Pun demikian nasib petani sawit. Mereka harus menghadapi kenaikan harga pupuk yang cukup tinggi. Semisal, pupuk KCL merek Mahkota dibanderol Rp900.000 per 50 kilogram (kg).  Sedangkan merek Mutiara dihargai Rp870.000 per karung. Harga sebelum naik sebesar Rp450.000 per karung.

Sedangkan pupuk urea untuk batang dan daun, biasanya dijual Rp270.000 naik menjadi Rp450.000 per karung. Dan NPK Granular naik dari Rp300.000 menjadi Rp650.000 per karung.

Baca juga
Presiden Jokowi Bertolak ke Jerman Hadiri G7

Selama ini, kenaikan harga pupuk yang dikeluhkan petani disebabkan pasokan pupuk dan bahan baku yang terkendala  perang Rusia-Ukraina. Di mana, Rusia yang dikenal sebagai negara penghasil pupuk terbesar, sempat mengentikan ekspor. Belakangan, imbasnya kepada menjulangnya harga pupuk di Tanah Air. Dengan dibukanya lagi pengiriman pupuk oleh Rusia, diharapkan bisa menurunkan harga pupuk.

Tinggalkan Komentar