Sampah di Denpasar Naik 30% Setelah Galungan

Petugas Sampah Galungan - inilah.com
Petugas Sampah Galungan/antaranews.com

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Bali menyebutkan setelah perayaan Hari Suci Galungan terjadi peningkatan volume sampah 20-30 persen daripada hari biasa yang rata-rata 800-950 ton per hari.

“Saat ini volume sampah di Kota Denpasar berkisar di antara 800-950 ton per hari, pasca-Hari Suci Galungan meningkat 20-30 persen,” kata Kepala Dinas DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa di Denpasar, Jumat (12/11/2021).

DLHK Kota Denpasar setiap menyambut hari besar keagamaan selalu bersiaga untuk penanganan sampah karena volume sampah cenderung meningkat.

“Kami tetap bersiaga untuk memastikan kebersihan Kota Denpasar, sehingga suasana tetap bersih dan asri,” kata Putra Wirawibawa didampingi Kabid Persampahan dan Limbah B3, I Ketut Adi Wiguna

Baca juga  Ada Perbaikan, Waspada Kemacetan di 4 Titik Tol Jakarta-Cikampek

Ia mengatakan antisipasi terhadap penanganan lonjakan sampah ini dilakukan dengan mengintensifkan seluruh personel. Terdapat 13 TPS dan 1.420 tenaga kebersihan yang bertugas dengan 40 truk yang dibantu “moci” di masing-masing kecamatan dan desa serta kelurahan.

“Walaupun Hari Suci Galungan kali ini volume sampah mengalami peningkatan, kami tetap bersinergi dengan semua elemen hingga desa dan kelurahan guna menangani sampah hari besar keagamaan, yakni Galungan dan Kuningan ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa lonjakan sampah tersebut didominasi bahan organik, seperti sampah sisa upacara dari rangkaian janur.

Ia mengimbau masyarakat untuk andil mengurangi jumlah sampah saat hari raya keagamaan.

Baca juga  Paguyuban Budayawan Bandung Dukung Ketua DPD RI Perjuangkan Amandemen ke-5 Konstitusi

Hal ini, katanya, dapat dilakukan dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang, guna memberikan kemudahan dalam penanganan lanjutan, seperti halnya pengolahan sampah organik menjadi kompos di TPS3R.

“Kami mengajak masyarakat untuk andil dalam menjaga kebersihan dengan memilah sampah dan membuang sampah sesuai dengan jam yang ditentukan oleh swakelola sampah, sehingga sampah tidak menumpuk di pinggir jalan, dan kerja sama ini sangat penting menuju Kota Denpasar yang bersih dan asri,” katanya.

Tinggalkan Komentar