Minggu, 26 Juni 2022
26 Dzul Qa'dah 1443

Sandiaga Ajak UMKM Berkolaborasi dengan E-commerce Ciptakan Ekonomi Baru

Kamis, 26 Mei 2022 - 09:03 WIB
Sandiaga Ajak UMKM Berkolaborasi dengan E-commerce Ciptakan Ekonomi Baru
Menparekraf, Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM untuk berkolaborasi dengan platform digital agar dapat semakin menciptakan peluang usaha, membangkitkan ekonomi, dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno saat membuka webinar daring kajian ekonomi series 5 yang mengangkat tema ‘Kolaborasi Dengan Platform Digital Bawa UMKM Tanah Air Melangkah Maju’ pada Rabu (25/5/2022) di Jakarta.

“Sesuai dengan gerakan nasional bangga buatan bangsa, kami awalnya sudah mengajak pelaku UMKM transformasi digital. Kita ingin membuat program yang simpel, seperti program stimulus bangga buatan Indonesia dengan konsep pelatihan, pendamping, dan on boarding oleh pelaku industri,” kata Sandiaga.

Ia mengungkapkan saat ini dari kurang lebih 30 juta pelaku UMKM di Indonesia yang sudah on board tranformasi ke digital sudah ada sebanyak 20 juta UMKM. Ia terus mendorong para pelaku UMKM untuk bisa mengenal sistem pemasaran online.

“Kuncinya ada di kolaborasi dan kolaboraksi. Laksanakan tiga langkah ini, pertama libatkan orang tepat dan mereka mau terlibat. Kedua, tetapkan tujuan goals dan komunikasi kan harapanmu. Ketiga, dengarkan orang lain dan berkompromi,” ungkap Sandiaga.

Baca juga
Soal Inklusi Keuangan, Airlangga Berdialog dengan Her Majesty Queen Maxima

Hal tersebut, kata Sandiaga Uno, sesuai dengan program Presiden RI Jokowi yang minta di Gernas Bangga Buatan Indonesia terus digalakkan di tengah ketidakpastian. Semua pihak harus berempati, berhemat supaya mendorong kesuksesan dalam usahanya masing-masing.

“Terima kasih untuk Yayasan Indonesia Setara. Kolaborasi digital untuk membuat UMKM maju dan setara dengan produk UMKM dunia,” katanya.

“Mari kita bergandengan tangan, Bangkitkan ekonomi, buka peluang usaha, ciptakan lapangan kerja, dan membuat tatanan ekonomi digitalisasi yang berpihak pada UMKM,” pungkas Sandiaga.

Sementara itu, CEO & Founder Bhinneka Hendrik Tio menyebutkan pihaknya sudah memulai e-commerce sejak 1999 dimana saat itu koneksi internet belum memadai.

“Kita sejak tahun 2000-an mulai menyadari bahwa kedepannya akan tejadi shifting market dimana konsumen tidak akan lagi belanja secara langsung tapi secara online karena akan memiliki banyak pilihan terhadap produk yang dicari atau dibutuhkan,” ujar Hendrik Tio.

Baca juga
Kuncinya Kolaborasi, UMKM Nasional Makin Cepat Naik Kelas dan Go Global

UMKM Mitra Bisnis Strategis

Menggandeng pemerintah dan berkolaborasi bersama, Bhinneka hadir sebagai kurator UMKM berkualitas dengan mengkurasi para pelaku UMKM untuk bisa hadir di platform Belanja Langsung (BeLa) Pengadaan.

Sampai saat ini, lebih dari 2 ribu UMKM yang didampingi Bhinneka untuk memasuki segmen pasar B2B maupun B2G sesuai dengan fokus Bhinneka.

“Para pelaku UMKM pun tidak hanya sekedar berada pada posisi sebagai seorang penjual saja tapi juga merupakan mitra bisnis Bhinneka secara langsung. Dalam dua tahun terakhir, kami fokus mengembangkan Business Super Ecosystem dengan menghadirkan dua solusi bisnis, yakni Marketplace dan e-Procurement Marketplace,” kata Hendrik Tio.

Telah banyak berkolaborasi bersama pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM lokal dan menggandeng berbagai institusi perguruan tinggi sebagai sasaran Bhinneka dalam mengimplementasikan Business Super Ecosystem miliknya.

“Kami berhasil melayani berbagai pelanggan dari berbagai segmen bisnis seperti retail, korporasi, dan pemerintah dengan sistem pengadaan yang jauh lebih komprehensif dan transparan demi mendorong percepatan transformasi digital dengan mengkoneksikan pelaku UMKM di kota besar dan daerah demi kemajuan ekonomi bangsa,” tambah Hendrik Tio.

Baca juga
Erick Thohir Senang Rights Issue BRI

Sementara itu, CEO Kokikit Chef Hendro Soejadi mengungkapkan pihaknya mendapatkan dukungan dari Kemenparekraf dan Bhinneka dalam mengembangkan usaha mereka dalam menyajikan kuliner instan khas Indonesia.

“Jadi ini komposisinya ada nasi dan protein. Kita pakai produk fresh, dan saat proses memasak tekniknya produk bumbu kita harus di sangrai terlebih dahulu agar flavor nya keluar kemudian di blender dengan minyak sehingga rasanya mantap,” kata Hendro Soejadi. [jin]

Tinggalkan Komentar