Sandiaga Uno Ungkap Kondisi Pariwisata Indonesia Alami Penurunan Hingga 75 Persen

Sandiaga Uno Ungkap Kondisi Pariwisata Indonesia Alami Penurunan Hingga 75 Persen  - inilah.com
istimewa

Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar dan pukulan  berat pada ekosistem dan target pencapaian kinerja pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Kondisi memperihatinkan terlihat dari sektor pariwisata pada tahun 2020 yang mengalami penurunan tajam.

Menurut data dari Kemenparekraf RI, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mengalami penurunan hingga 75,03 persen. Persentase tersebut dilihat pada data 2019 terdapat 16,11 juta kemudian pada 2020 terdapat 4,05 juta. Sedangkan data yang dihimpun dari Januari-Juli 2021 terdapat 937,75 ribu wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Data kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus)

Pada tahun 2020, kunjungan wisnus mengalami penurunan sebesar 29,7 persen. Hal tersebut terlihat dari data 2019 sebesar 282,9 juta, kemudian pada 2020 terdapat estimasi 198 juta perjalanan.

Baca juga  Dokter Reisa, Sudah Vaksin Jangan Abai Prokes

Devisa pariwisata yang dihasilkan selama tahun 2020 juga menurun sebesar 79,15 persen, jika dibandingkan dengan tahun 2019 yaitu sebesar 16,9 miliar dolar AS.

“Yang tadinya devisa pariwisata ada di posisi dua setelah minyak dan gas bumi, sekarang hanya 3,54 miliar dolar AS atau kurang lebih turun 80 persen. Ini yang disebut sebagai penuruan yang sangat fenomenal dan membutuhkan resiliensi dan kebijakan yang sangat tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, Jakarta, baru-baru ini.

Baca juga  Dukung Ekonomi Kreatif di Desa Wisata, Menteri Sandi Pesan Lukisan Mural Unik

Menparekraf Sandiaga menargetkan di tahun 2022 nilai devisa pariwisata dan kontribusi PDB pariwisata harus lebih ditingkatkan, nilai ekspor produk ekonomi kreatif juga ditargetkan sebesar Rp16,83 triliun, karena Indonesia menduduki peringkat ke tiga dunia setelah Amerika dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-Pop.

Selain itu, target dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara, serta serapan tenaga kerja parekraf juga diharapkan dapat kembali tumbuh seiring dengan upaya untuk mereaktivasi pariwisata tanah air.

“Mudah-mudahan kita bisa memberikan signal confidence, sehingga bulan-bulan selanjutnya Bali bisa dibuka kembali dan mampu menggerakkan wisatawan nusantara yang menjadi andalan kita. Sehingga total 34 juta ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kita capai,” kata Sandiaga.

Baca juga  Pemerintah Izinkan Wisman 19 Negara Masuk Bali dan Kepri Mulai Hari Ini

Dalam mencapai target yang diinginkan, implementasi dari tiga pilar utama Kemenparekraf harus digalakkan, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Inovasi dengan menghadirkan produk yang berkualitas dan berdaya saing. Adaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

Serta kolaborasi dengan seluruh unsur pentahelix dan stakeholders lainnya, karena di tengah pandemi dan tantangan ekonomi kita tidak lagi berkompetisi, melainkan gerak bersama agar bisa menggarap seluruh potensi untuk mencetak peluang.

“Tentunya inilah semangat kita bersama dan mudah-mudahan dengan Rakornas ini kita bersatu padu untuk memperluas daya tahan kita, daya saing dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar