Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Sandiaga Uno Ungkap Tren Pariwisata ke Arah Digital

Sadiaga Uno
Dokumentasi Kemenparekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengajak pelaku industri untuk bersama-sama melakukan proses digitalisasi melalui platform-platform, sebagai bagian dari transformasi dan promosi destinasi pariwisata. Karena itu dia mengatakan tren pariwisata saat ini bergeser ke arah digital.

“Hampir semuanya dilakukan digital,” kata Sandiaga Uno dalam konferensi pers daring, di Jakarta, Kamis, (3/3/2022).

Konten-konten kreatif diharapkan semakin bertambah sebagai ajang promosi pariwisata, begitu juga dengan standardisasi layanan akomodasi lewat sertifikat CHSE. Langkah ini, kata Sandiaga, perlu didukung oleh berbagai pihak agar hasilnya optimal.

Sandiaga juga menyebutkan potensi besar desa wisata yang patut didorong untuk membangkitkan ekonomi serta mewujudkan peluang usaha baru di dunia ekonomi kreatif. Tahun 2021, kunjungan ke desa wisata meningkat 30 persen, sebuah angka yang menurutnya tidak kecil di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga
Vokalis Fourtwnty Ari Lesmana jadi Aktor di Film Ben & Jody

Indonesia saat ini kian mengarah ke pariwisata berkelanjutan dengan destinasi-destinasi yang menawarkan pengalaman menarik serta keunikan yang ditunjang dengan produk-produk lokal yang khas.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 yang kini menyasar target 3.000 desa wisata.

Ini diharapkan bisa mendorong desa wisata agar menjadi destinasi liburan yang berkualitas dengan daya saing global, lanjut dia. Dibantu dengan banyak pihak untuk memajukan desa wisata, kata Sandiaga, ia memastikan ekonomi Indonesia akan tumbuh dan membuat masyarakat lebih sejahtera.

Dalam ajang tersebut, ada tujuh kategori penilaian untuk desa wisata, yakni kategori daya tarik pengunjung yang meliputi keunikan dan keaslian alam maupun buatan, serta seni dan budaya.

Baca juga
Sekitar 90 Persen UMKM di Bandung Terdampak Pandemi

Kedua adalah kategori homestay, lalu kategori suvenir yang mencakup produk-produk kuliner, kriya, dan fesyen.

Kategori keempat yakni digital dan kreatif, kemudian toilet umum, setelah itu kategori CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability). Terakhir, kategori kelembagaan desa wisata.

“Kami juga mendorong desa wisata untuk mempunyai event-event berdasarkan kearifan lokal,” tutup Sandiaga.

Tinggalkan Komentar