Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Sandiaga: Wisatawan Nusantara Andalan Pemulihan Pariwisata Nasional

Sandiaga: Wisatawan Nusantara Andalan Pemulihan Pariwisata Nasional

Pandemi COVID-19, membuat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ambles. Kini, ada harapan dari derasnya wisatawan nusantara (winus)

Hingga akhir 2021, kunjungan wisman tersisa 1.58 juta orang, atau turun 60,98 persen dibandingkan 2020. “Di tengah pandemi ini, terdapat secercah harapan yaitu tingginya antusiasme wisatawan nusantara yang menjadi roda penggerak geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga S Uno dalam Diskusi virtual Urban Forum-Forum Wartawan Daerah (Forwada), Tourism & Hospitality Outlook 2022 “New Normal Saatnya Bangkit dari Tidur Pulas”, Jakarta, Kamis,(20/1/2022).

Menteri Sandi mengungkapkan, tahun ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pergerakan winus meningkat 12% dibandingkankan 2020. Tidak hanya itu, terjadi peningkatan devisa pariwisata sebesar 4% dibandingkan 2020. Dari US$0,32 miliar menjadi US$0,36 miliar.

Sementara kontribusi PDB sektor pariwisata diperkirakan meningkat 37,4% ketimbang 2020, sehingga mencapai 42 persen pada 2021. “Nilai ekspor produk ekraf diperkirakan meningkat hingga mencapai 20,58 miliar dolar AS, dan nilai tambah ekraf pada tahun 2021 juga mengalami peningkatan sampai Rp1.273 triliun,” jelasnya.

Menurut Menteri Sandi, pergerakan Winus ini akan menjadi andalan dalam pemulihan pariwisata nasional pada 2022. Ditargetkan, terjadi 260 juta hingga 280 juta pergerakan wisnus. Diperkirakan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Nasional tumbuh 4,3%. Sedikit lebih tinggi dari perkiraan capaian 2021 sebesar 4,2%.

Baca juga
Proyek Gorden DPR Rp48 Miliar Batal, Muncul Pengecatan Atap Gedung Rp4,5 Miliar

Selain itu, lanjutnya, dari sisi nilai tambah ekonomi kreatif ditargetkan tahun 2022 dapat mencapai 1.236 Triliun. Untuk nilai ekspor produk kreatif ditargetkan mencapai USD 21,28 Miliar. Sedikit lebih baik dari perkiraan capaian tahun 2021 sebesar USD 20,48 Miliar.

“Dampak dari pertumbuhan itu tentunya akan memperluas jumlah lapangan kerja pada sektor parekraf. Tahun 2022 ini kita menargetkan akan tercipta 400 ribu lapangan kerja baru yang berkualitas di sektor pariwisata. Sementara di ekonomi kreatif akan tumbuh lebih dari 600-700 ribu lapangan kerja yang ditopang oleh sektor unggulan yakni kuliner, kriya, dan fashion,” ungkapnya.

Soal kunjungan wisman pada 2022, kata Menteri Sandi, jumlah kunjungan ditarget bisa 1,8 juta hingga 3,6 juta dengan nilai devisa pariwisata US$470 juta hingga US$1,7 miliar.

Maulana Yusron, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), berharap pemerintah lebih fokus kepada industry MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Segmen pasar winus dari perspektif hotel dan restoran MICE, lebih tinggi ketimbang leasure. “Dari sisi segmen pasar Winus dari presprektif hotel dan restoran, pasar segmen MICE memberikan kontribusi 70%, sementara leasure, dan minat khusus dan lainnya hanya 30%,” ujar Yusron.

Baca juga
Lebih Buruk dari Perkiraan, Laba Bersih Alibaba Longsor 75 Persen

Yusron mengungkapkan, era globalisasi dan semakin eksisnya Revolusi Industri 4.0, menjadikan prospek industri MICE, semakin berkembang. Selain itu, kegiatan MICE selalu melibatkan banyak sektor dan banyak pihak sehingga menimbulkan pengaruh ekonomi ganda yang menguntungkan banyak pihak.

Trisnadi Yulrisman, Direktur Keuangan dan Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), menyoroti, industry homestay yang bisa menjadi penggerak perekonomian di desa wisata baik desa wisata prioritas maupun non prioritas.

Menurutnya, SMF telah melakukan inisiatif sStrategis produk KPR Rumah Usaha dalam bentuk program pembiayaan homestay sejak tahun 2018 dan dalam masa inkubasi hingga sekarang, program ini masih menggunakan dana PKBL/TJSL. “Total anggaran pembiayaan homestay mencapai 20 milyar dengan realisasi hingga 2021 mencapai 7.747 milyar dengan total debitur 96,” jelasnya.

Danny Januar Ismawan, Direktur Layanan Masyarakat dan Pemerintah Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, mengatakan, pengembangan jaringan telekomunikasi menjadi momen tersendiri bagi indsutri pariwisata yang mulai bangkit.

Baca juga
Selandia Baru Siap Buka Kembali Perbatasan Lebih Awal dari Perkiraan

“Adanya jaringan telekomunikasi di satu lokasi, membuat aktifitas priwisata bisa hadir di lokasi itu. misalnya dengan adanya jaringan, seseorang bisa mengambil foto untuk Instagram di lokasi,” katanya.

Sementara, Yuwono Imanto, Direktur PT Propan Raya ICC mengungkapkan, selaku produsen cat, selama ini pihaknya telah bekerja sama dengan kemanparekraf dalam upaya turut membantu membangun industry pariwisata. “Kita sering melakukan kegiatan CSR seperti ajang udian desain terbaik, membangun Kawasan kumuh, dan kawasan heritage bekerjasama dengan Kemenparekraf,” ungkapnya.

Yuhan Subrata, pengelola Hutan Organik Megamendung, Bogor mengatakan, wisata hutan organik sempat mati suri diawal pandemi, namun sejak tahun lalu, mulai bergeliat lagi. Wisata hutan organik yang dikelolanya saat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan nusantara.

Dia berharap, wisatawan nusantara makin banyak yang mencintai dan mengunjungi lokasi wisata lokal, yang pada akhirnya akan menghidupkan perekonomian rakyat di desa wisata. “Ayo dukung wisata lokal, jadikan masyarakat lokal jadi tuan rumah di negeri sendiri,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Komentar