Sanksi WADA Sampai 2022, Ketum KOI Optimis Formula E dan World Superbike Bisa Kibarkan Merah – Putih

Sanksi WADA Sampai 2022, Ketum KOI Optimis Formula E dan World Superbike Bisa Kibarkan Merah - Putih - inilah.com
(ist)

Ketua National Olympic Committee (NOC) atau Komite Olimpiade Nasional, Raja Sapta Oktohari memastikan Indonesia belum terdampak sanksi WADA yang berlaku hingga oktober 2022 terkait event-event internasional yang akan digelar di Tanah Air dalam waktu dekat seperti World Superbike, MotoGP dan Formula E.

Raja Sapta menyebut, pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan International Olympic Committee (IOC) terkait sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA) untuk Indonesia untuk melakukan akselerasi pembebasan Indonesia dari sanksi WADA dan melakukan investigasi terhadap penyebab jatuhnya sanksi. Ia pun berharap timnya bisa segera menjalankan tugas sehingga sanksi WADA bisa segera dicabut.

“Kami sudah komunikasi dan ada beberapa event yang tetap dapat dilakukan tapi secara detil mengenai event tersebut sampai hari ini belum ada surat resmi pembatalan event apapun yang dilayangkan kepada kami di NOC. Jadi kalau belum ada informasi yang resmi tentunya kita berasumsi bahwa belum ada satupun event yang dibatalkan atau tidak jadi dilaksanakan,” kata Okto Saat dihubungi INILAHCOM, Selasa (19/10).

Baca juga  Bupati Probolinggo dan Suami Jadi Tersangka, Kasusnya Jual Beli Jabatan Kades

Saat ditanya kepastiaanya Okto masih enggan untuk berspekulasi lebih jauh. Okto yang juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Khusus untuk mengusut masalah sanksi WADA ini mengatakan, tetap optimis gelaran seperti Formula E dan Superbike masih aman.

“Sebetulnya jika tidak dalam agenda IOC event tuan rumah kita bakal aman, Saya optimis karena mengaca Thailand sendiri yang sudah dibanned ternyata gelaran Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) bulan maret tahun mendatang tetap diadakan,” katanya.

Ia juga berharap, tim komunikasi yang saat ini sedang dilakukan bisa mendapatkan hasil maksimal dan dukungan dari Komite Olimpiade Internasional tersebut.

Baca juga  DPRD DKI Tunda Rapat Paripurna Interpelasi Formula E

“Jadi sekali lagi ini sebuah tata kelola yang tidak bisa lepas dari regulasi dunia dan semua telah diatur dalam olympic charter dan kita akan berusaha dan mohon doanya agar yang dilakukan bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pengamat Olahraga Erwin Fitriansyah mengatakan, Indonesia harus bisa mengantisipasi dan bergerak cepat terkait dampak dari sanksi yang diberikan WADA. Salah satunya adalah larangan menjadi ajang olahraga regional dan internasional.

“Jadi itu kerugian luar biasa besar buat kita karena menjadi tuan rumah, mencalonkan diri, prosesnya memakan waktu dan butuh lobby kanan kiri, butuh dana, eh begitu tiba waktunya tidak boleh, ya tidak enak saja ya. Jadi kita harus hati-hati karena sanksi-sanksi tegas bisa kita hadapi di masa mendatang, itu yang harus diantisipasi oleh pemerintah maupun masyarakat olahraga kita,” ucap Erwin kepada INILAHCOM, Selasa, (19/10).

Baca juga  KPK Umumkan Hasil OTT di Kalimantan Selatan, 3 Tersangka, Uang Ratusan Juta Disita

Menurut Erwin, kasus ini ini harus segera diselesaikan. Dia menyoroti karena banyak agenda yang sudah di depan mata bakal terancam tidak berkibarnya kembali sang merah putih.

“Di depan mata sudah ada Denmark Open bulutangkis jika kita menang bendera tidak naik lagi itu masalah besar karena itu hal yang sakral dan itu kan perwakilan negara kita gitu Bukan hal yang dianggap bisa dianggap remeh,” ungkapnya.

Tinggalkan Komentar