Santri Cerdas Asal Garut Sedang Terkapar Lemah, Saat Ini Keinginannya Hanya Satu

Santri Cerdas Asal Garut Sedang Terkapar Lemah, Saat Ini Keinginannya Hanya Satu   - inilah.com

Setiap orang tak ingin merasa sakit.  Maunya selalu sehat. Berusaha menjaga kesehatan, tetapi sakit adalah manusiawi semua orang dihampiri. 

Batu berat, kertas pun kalau terkumpul dalam jumlah banyak juga sama berat.  Bagaimana jika proses perjuangan agar sembuh dari sakit? Ini juga pergumulan berat. 

Naufan Fadhil Ingin Sembuh

Orang sehat memiliki ribuan keinginan, tetapi orang sakit hanya satu  yaitu sembuh. Ya, sembuh adalah keinginan Naufan Fadhil, seorang santri dari Pondok pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Jawa Barat.

Remaja berusia 16 tahun ini sedang terkapar akibat menderita Osteosarkoma atau kanker tulang ganas. 

Berawal dari kaki kanan kerap sakit dan nyeri. Lama-kelamaan membengkak. Merapatkan kaki serta menapak sudah tak bisa lagi. Kesengsaraan ini sudah dijalani  Naufal selama tujuh bulan. 

Baca juga  Masih Ingat Naufan? Begini Kondisinya Sekarang

Dokter menyarankan Naufal melakukan operasi dan kemoterapi menggunakan obat-obatan kimia membunuh sel kanker. Mengilukan lagi dokter juga menganjurkan amputasi.

Diagnosis dokter membuat Naufal terhenyak. Masa remajanya harus terenggut penyakit. Tetapi tak ada kata menyerah dalam kamus hidupnya.  Ia tetap merangkul rasa sakit dan membakarnya sebagai bahan bakar untuk perjalanan hidupnya ke depan. 

Keluarga mencari alternatif selain amputasi dalam pengobatan kanker tulang dengan dibawa ke sebuah klinik di wilayah Sukabumi. 

Sudah tujuh bulan masih berjuang untuk sembuh. Naufal anak cerdas. Ia bisa sekolah karena mendapat beasiswa lewat jalur prestasi. 

Sang ibu Tejaningsih, tak kuasa menahan kesedihannya. Harapannya Naufal berfokus pada pendidikan  agar menjadi generasi lebih baik daripadanya goyah. 

Tetapi semangat Naufal untuk sembuh masih terus bergelora,  membuat Tejaningsih percaya bahwa setiap penyakit selalu ada obatnya. Anaknya pasti sembuh. 

Baca juga  Bersedekah Mendapat Pahala Kian Berlipat

Tantangan terbesar saat ini adalah biaya. Sang ayah M. Nasir hanya seorang buruh tani, untuk menghidupi keluarga saja masih tak cukup. Sementara biaya pengobatan meski terus berjalan tanpa mempedulikan sedang susah atau senang.

“Naufal masih berikthiar untuk sembuh. Secara agama Allah menurunkan penyakit juga pasti ada obatnya. Tetapi di herbal juga mahal, kita harus tanggung biaya sendiri. Sedangkan kita terbatas. Ayahnya hanya seorang buruh tani,”  kata Tejaningsih kepada Inilah.com

Panggilan Kemanusiaan Bantu Naufan

Banyak hal tak dapat ditebak dalam hidup ini. Jangankan di masa depan, esok hari saja tak tahu apa yang akan terjadi.

Tetapi selalu ada jalan keajaiban meski itu tak pernah bisa dijelaskan oleh kata-kata, namun meyakininya dengan penuh harapan.

Baca juga  Keajaiban Bekerja, Donasi untuk Naufan Fadhil Terus Naik

CEO Inilah.com Fahd Pahdepie mulai membuka pintu donasi membantu Naufan untuk biaya proses penyembuhan penyakit langka itu.

Lewat lama kitabisa.com, Fahd mengajak kawan-kawan #OrangBaik untuk membantu agar Naufan bisa sembuh.

Butuh target donasi sebesar Rp50 juta yang sedang dikumpulkan hingga tanggal 5 September. 

“Saya ingin membantu. Saya ingin ikut bergerak. Saya merasakan energi besar dari kesungguhan Naufan,” kata Fahd dalam ceritanya di laman penggalangan dana.

Kebaikan tak terduga adalah agen perubahan manusia yang paling kuat. Menolong bisa mendatangkan suatu keajaiban, ialah cahaya di alam yang penuh dengan kegelapan.

Masih ada waktu sekitar tujuh hari lagi untuk bisa membantu Naufan. Yuk, bantu ringankan beban Naufan dengan sedekah terbaikmu, melalui tautan laman Kitabisa.

Tinggalkan Komentar