Rabu, 10 Agustus 2022
12 Muharram 1444

Santriwati di Tasikmalaya Diperkosa Saat Lagi Sakit

Jumat, 10 Des 2021 - 10:29 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Ilustrasi Pemerkosaan - inilah.com
Ilustrasi Pemerkosaan

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya, Ato Rinanto mengungkapkan modus pengurus pondok pesantren di Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) melakukan Perkosaan terhadap santriwati.

Ato mengatakan, pelaku melancarkan aksinya saat santriwati tengah sakit dan berada di dalam kamar masing-masing. Saat itu pelaku menunggu santri lainnya masuk kegiatan belajar sehingga hanya meninggalkan santriwati yang sakit di kamar.

“Pada saat santri ini sakit, ketika sakit santri tersebut tidak ikut kegiatan pengajian. Jadi dia tetap di kobong (kamar bagi santri). Sehingga pada saat pagi hari kegiatan Subuh, santri yang lain mengikuti kegiatan, santri yang sakit ini didatangi oleh pengurus tersebut,” kata Ato, Kamis (9/12/2021).

Baca juga
Seorang Wanita Dirampok dan Diperkosa Lelaki Kenalan Barunya di MiChat

Menurut dia, pelaku melancarkan aksinya dengan masuk ke kamar santriwati yang kondisinya sedang sakit. Disana pelaku membujuk dan merayu korban hingga akhirnya terjadi pencabulan tersebut.

“Di situlah dia melakukan aksinya dengan beberapa alasan, rayuan, bujuk rayu dan lain sebagainya,” katanya.

Ato mengatakan saat ini KPAID telah memberikan pendampingan psikologis kepada santriwati yang diduga menjadi korban pencabulan pengurus pondok pesantren.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat penyidik mengembangkan dalam kasus ini. Ya semoga secepatnya pelaku ini ditetapkan jadi tersangka,” tandasnya.

Sebelumnya, Dua orang santriwati pesanter di Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) mengaku dicabuli oleh pengurus pondok pesantren.

Baca juga
Jaksa Minta Aset Herry Disita dan Lelang untuk Biayai Korban

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan, kasus ini terungkap ketika pelaku berada di kamar pondok karena izin sakit. Hal ini berdasarkan laporan yang disampaikan warga setempat.

Menindaklanjuti isu tersebut, KPAID Tasikmalaya kemudian melakukan penyelidikan 17 hari untuk mengatahui fakta yang sebenarnya terjadi di pondok pesantresn tersebut terkait kasus dugaan asusila.

“Setelah kami melakukan investigasi pendalaman kurang lebih selama 17 hari demi mendapati betul bahwa diduga adanya pencabulan yang dilakukan pengurus pondok pesantren yang dilakukan kepada santri-santrinya,” ujar Ato, Kamis (9/12/2021).

Tinggalkan Komentar