Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Sapi Mati Karena PMK, Gunung Kidul Tutup 11 Pasar Ternak

Kamis, 02 Jun 2022 - 19:19 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
Editor : Ibnu Naufal
Sapi Mati Karena PMK, Gunung Kidul Tutup 11 Pasar Ternak
Pasar Ternak Gunung Kidul

Sebanyak 11 pasar hewan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul tutup sementara menyusul adanya temuan 65 ekor hewan ternak terindikasi terpapar penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Kepala Dinas Perdagangan Gunung Kidul Kelik Yuniantoro mengatakan pasar ternak pemerintah tutup mulai 2-14 Juni 2022.

“Ditutup sementara selama dua pasaran. Nanti setelah itu dibuka kembali. Penutupan ini untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK),” kata Kelik, Kamis (2/6/2022).

Menurut dia, penutupan pemerintah lakukan untuk penanggulangan dengan melaksanakan sterilisasi area pasar.

“Upaya penanggulangan dilakukan agar lokasi benar-benar bersih dari penularan,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunung Kidul Wibawanti Wulandari mengatakan suspek PMK. Sampai saat ini, ada 65 ekor hewan ternak yang terpapar. Bahkan, ada laporan satu kematian akibat kasus ini.

Baca juga
Stok Sapi untuk Kebutuhan Harian di Tanjungpinang Menipis

“Bayi sapi berusia lima hari terindikasi PMK dan mati,” kata Wibawanti.

Menurut dia, potensi penambahan kasus masih sangat mungkin karena risiko penularan sangat tinggi. Hingga sekarang, suspek kasus sudah ada di enam kecamatan di Gunung Kidul.

“Tidak saya rinci Kecamatan, untuk melindungi peternak agar harga ternak tidak anjlok. Yang jelas, sudah ada di enam kecamatan yang terindikasi kasus PMK,” katanya.

Wibawanti mengatakan hewan ternak yang terjangkit PMK risiko kematiannya kecil. Meski demikian, PMK perlu diwaspadai karena meski tidak mati bisa berpengaruh terhadap berat badan hewan.

“Memang tidak mati, tapi berat sapi bisa berkurang seberat 20 kilogram per minggunya. Padahal, untuk menaikkan satu kilogram butuh perjuangan, makanya upaya pencegahan terus dilakukan,” katanya.

Baca juga
DKI Masih Nihil Penyakit Mulut dan Kuku

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan kebersihan di area kendang. Selain itu, pemilik juga diminta menjaga kebersihan karena penularan tidak hanya melalui lalu lintas ternak, tapi juga bisa menular lewat virus yang menempel pada pakaian, roda kendaraan atau dari wadah pakan.

“Seperti COVID-19 penularannya. Jadi, ada baiknya sebelum ke kandang mandi dan ganti baju terlebih dahulu untuk mengurangi risiko adanya virus PMK yang menempel di tubuh atau pakaian,” katanya.

Tinggalkan Komentar