Kamis, 14 Mei 2026 | 26 Dzulqa'dah 1447
inilah.comnewspolhukamSarmuji Minta Kader Golkar tak Serang Kebijakan Presiden Prabowo, Ini Alasannya

Sarmuji Minta Kader Golkar tak Serang Kebijakan Presiden Prabowo, Ini Alasannya

Reyhaanah Medium.jpeg
Jumat, 13 Februari 2026 - 16:13 WIB
Share
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji (kedua kiri) mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam acara HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji (kedua kiri) mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam acara HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung
KecilBesar

Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji menegaskan komitmen fraksinya untuk mendukung penuh seluruh kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam acara HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar,  Sarmuji mengatakan sebagai bagian dari koalisi pemerintah, Fraksi Golkar memiliki tanggung jawab politik untuk mengawal dan menyukseskan agenda pemerintahan, termasuk program Asta Cita yang menjadi visi Presiden dan Wakil Presiden.

“Kami ingin menyatakan pada kesempatan kali ini, jangan pernah menyerang kebijakan Presiden dan Wakil Presiden sebagai konsekuensi kita berada di koalisi pemerintah,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menambahkan, seluruh kebijakan Fraksi Golkar di DPR harus sejalan dan mendukung arah pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah.

Sarmuji juga mendorong agar koalisi partai pendukung pemerintah saat ini dapat dibangun menjadi koalisi permanen. Gagasan tersebut, kata dia, telah dideklarasikan oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Sarmuji menyebut, koalisi permanen penting agar hubungan antar-fraksi tidak bersifat situasional atau berubah-ubah tergantung isu.

“Kita mendorong bagaimana kalau koalisi yang ada sekarang menjadi koalisi permanen. Koalisi yang berada dalam suka dan duka, dalam kebijakan yang populer maupun yang tidak populer,” tuturnya.

Ia mengakui, dalam pemerintahan kerap muncul kebijakan yang mendapat dukungan luas dari masyarakat, namun ada pula kebijakan yang tidak selalu populer.

Meski demikian, Sarmuji menilai kebijakan yang kurang populer belum tentu tidak bermanfaat. Menurut dia, kebijakan semacam itu hanya membutuhkan penjelasan yang tepat kepada publik.

“Kadang-kadang ada kebijakan yang tidak terlalu populer, tetapi sebenarnya bermanfaat untuk rakyat, hanya perlu dijelaskan melalui satu atau dua pendekatan,” ujarnya.
 

0 suka
0 bookmark
Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com