Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Satria, Bayi Tanpa Anus di Purworejo Butuh Bantuan untuk Operasi

Kamis, 13 Jan 2022 - 15:36 WIB
Penulis : Anton Hartono
Satria - inilah.com
Muhammad Satria Assidqi bersama ibunya, Fitri Ana

Muhammad Satria Assidqi, bayi yang baru lahir dari rahim seorang ibu bernama Fitri Ana (16) warga Kelurahan Sindurjan RT 02/08 Kecamatan Purworejo mengalami kesulitan untuk buang air besar (BAB) karena tidak memiliki anus.

Karena itu ia membutuhkan bantuan untuk operasi agar bisa BAB secara normal. Bayi malang itu tinggal bersama ibunya di sebuah kamar kos, sedangkan ayahnya pergi meninggalkan anak dan istrinya tanpa memberikan nafkah.

Bayi yang kini telah berusia 19 bulan itu hidup bersama ibunya hanya mengandalkan bantuan dari para tetangga yang merasa kasihan. Karena Fitri, sang ibu tidak memiliki pekerjaan tetap. Ditambah lagi ia harus membayar uang kos setiap bulan.

Baca juga
Adu Tanduk di Kandang Banteng

Salah seorang tetangganya bernama Firdaus Irfan mengaku prihatin dengan kehidupan Fitri bersama anaknya tersebut. Ia menceritakan, Satria lahir di RSUD Tjitrowardojo, Purworejo secara normal dan awalnya tidak diketahui jika tidak memiliki anus.

“Setelah 14 hari baru tahu karena tidak bisa BAB, lalu dioperasi di perut untuk BAB sementara,” kata Firdaus.

Firdaus bersama istri dan para tetangganya pun tergerak untuk melakukan penggalangan dana serta mengurus bantuan pemerintah agar bayi Satria bisa segera dioperasi. Karena pihak puskesmas pun menyarankan segera dioperasi, kalau tidak dikhawatirkan tidak bisa kembali ke saluran pembuangan normal.

Namun sayang, Satria belum terdaftar di BPJS sehingga tidak bisa mendapatkan pelayanan operasi secara gratis. Sedangkan penggalangan dana dari masyarakat sekitar hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan seari-hari.

Baca juga
Dukung Pejuang Kanker, Ganjar Cukur Gundul

“(Untuk mengurus BPJS) Terkendala surat-surat. Ibu dari bayi pernah pindah di Kalimantan, KTP sampai sekarang masih ikut Capil Kalimantan, sehingga bayi juga belum memiliki akta, untuk mengurus butuh waktu lama sedangkan bayi harus segera dioperasi,” jelasnya.

Dari keterangan pihak puskesmas dan internet, lanjut Firdaus, biaya operasi untuk pembuatan saluran pembuangan melalui anus diperlukan sekitar Rp15 juta. Karena itu dirinya bersama warga sekitar sangat berharap adanya keajaiban supaya Satria bisa segera dioperasi dan kembali normal.

“Harapannya bisa secepatnya dioperasi,” harapnya.

Tinggalkan Komentar