Sebanyak 4.015 Perempuan jadi Janda Baru, Begini Alasannya

Sebanyak 4.015 Perempuan jadi Janda Baru, Begini Alasannya - inilah.com

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak orang tua yang meninggal dunia usai terjangkit virus mematikan tersebut. 

Meninggalnya orang tua berdampak pada anak- anak.  Bahkan  dari data Dashboard Nasional Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), terhitung Maret 2020 hingga 10 September 2021, sebanyak 7.044 anak usia 0-17 tahun menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu. 

Bila dilihat per wilayah berdasarkan Dashboard Nasional Kementerian PPPA, sebanyak 57 persen dari jumlah 7.044 anak  khusus di Jawa Timur,  berstatus anak yatim, lalu 36 persen piatu, dan tujuh persen yatim piatu. 

Sedangkan dari jumlah anak yatim, maka perempuan single parent atau janda baru karena ditinggal suami meninggal akibat Covid-19 di wilayah Jawa Timur, tercatat sebanyak 4.015 orang. Tugas kepala keluarga pun secara otomatis dibebankan kepada 4.015 wanita itu. 

Sementara khusus di Surabaya, ada sebanyak 1.244 anak yatim, piatu dan yatim piatu. Dari jumlah tersebut 55 persen adalah anak yatim. Artinya, sebanyak 684 perempuan menjadi single parent di Surabaya.

“Itu data sampai tanggal 10 September ini,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim, Andriyanto, Jumat (10/9/2021).

Dari data tersebut DP3AK Jawa Timur,  kemudian mengambil langkah teknis. Mulai melakukan pelatihan peningkatan produktivitas usaha keluarga kepada perempuan yang single parent

Lalu membuat rumah kurasi perempuan sebagai kepala keluarga berbasis digital. Bagi mereka yang ingin pelatihan semisal memasak, menjahit, membuat kue dan lain sebagainya tinggal mengklik sesuai kebutuhan untuk ditindak lanjuti. 

Langkah ini diharapkan membantu perempuan sebagai kepala keluarga baru untuk memulihkan ekonominya, setelah sang suami meninggal dunia. 

Baca juga  Selain Nagita Slavina, Nola B3 juga Melahirkan di Hari Jumat

Tinggalkan Komentar