Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Sebar Foto Korban atau Pelaku Bom Bunuh Diri Bisa Terancam Penjara 4 Tahun

Rabu, 07 Des 2022 - 14:14 WIB
Sebar Foto Bom Bunuh Diri
Petugas kepolisian berjaga di sekitar TKP bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) pagi. (foto: PR)

Penyebar foto tanpa sensor korban dan pelaku ledakan bom di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (7/12/2022), bisa terancam penjara 4 tahun. Peraturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian diduga teror bom bunuh diri itu terjadi di Mapolsek Astana Anyar, Bandung pada Rabu pagi sekitar pukul 08.15 WIB.

Beberapa saat setelah ledakan, berbagai cuitan soal bom ini muncul di Twitter. Jika mengetik ‘Polsek Astana Anyar’, warganet akan menemukan berbagai tweet seputar bom tersebut.

Beberapa cuitan berisi video dan foto lokasi kejadian. Namun, ada beberapa hal yang patut diperhatikan bagi warganet yang ingin menyebarkan informasi soal ledakan ini.

Baca juga
DPR Minta Polri Usut Tuntas Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar

Warganet dilarang menyebarkan foto potongan tubuh pelaku atau korban bom bunuh diri. Hal tersebut didasarkan pada UU ITE yang mengatur soal penyebaran konten kekerasan.

Aturan itu terdapat pada pasal 29 dan pasal 45B.

Pasal 29 berbunyi: “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi”

Sementara, pasal 45B berbunyi: “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

Baca juga
Posting Foto Eril Sebelum Tenggelam, Atalia Kamil: Dimana Ril? Sini Pulang

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten, baik berupa video maupun foto berisi aktivitas kekerasan, potongan tubuh, luka-luka, dan konten-konten lainnya yang tidak selayaknya untuk dibagikan kepada publik.

Tinggalkan Komentar