Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Sebelum Datangi KPK, Sudrajad Sempat Temui Pimpinan MA

Jumat, 23 Sep 2022 - 13:07 WIB
Antarafoto Hakim Agung Sudrajad Dimyati Tiba Di Kpk 23092022 Mrh 2 - inilah.com
Hakim Agung Mahkamah Agung Sudrajad Dimyati (tengah) usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA, tiba di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta, Jumat (23/9/2022). (Foto: Antara).

Hakim agung Sudradjad Dimyati sempat menemui pimpinan Mahkamah Agung (MA), sebelum menyerahkan diri ke KPK, Jumat (23/9/2022). Sudradjad telah diumumkan menjadi tersangka suap kepengurusan perkara di MA dan diminta Ketua KPK Firli Bahuri untuk kooperatif menjalani pemeriksaan.

Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro, mengatakan Sudradjad sempat menemui pimpinan MA sebelum menyambangi KPK. Wakil Ketua MA bidang Yudisial juga menegaskan lembaganya bakal kooperatif dengan KPK terkait penanganan perkara mafia hukum ini.

“Pak Sudrajad tadi malam masih di rumahnya, kemudian tadi pagi juga ada ketemu dengan kami, dan minta restu bahwa dia siap menghadiri memenuhi panggilan KPK ini,” tutur Andi, dalam konferensi pers di Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Jumat (23/9/202).

Sudradjad diumumkan menjadi tersangka ketika KPK menggelandang enam orang yang terjaring OTT di Semarang dan Jakarta pada Rabu (21/9/2022) malam. Kasus Sudradjad menjadi sejarah karena hakim agung pertama yang menjadi tersangka korupsi di KPK.

Baca juga
Sudah 10 Jam, Anies Masih Beberkan Soal Formula E di KPK

“Sehubungan dengan penetapam tersangka Bapak Sudrajat Dimyati bagi MA akan bersikap kooperatif dan menyerahkan mekanisme hukum sebagai kewenangan KPK,” kata Andi.

Ketika disinggung mengenai kronologi, Andi menyerahkan kepada pihak KPK untuk menjelaskan secara resmi kronologi kejadian. “Kami dari pihak MA tidak pada tempatnya untuk mendahului memberi penjelasan apa atau bagaimana kronologi kejadiannya,” ujar Andi.

KPK menetapkan 10 orang dalam perkara suap ini yakni Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP), dua PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), PNS MA Albasri (AB) serta Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) masing-masing selaku pengacara. Keenamnya sudah ditahan selepas diumumkan sebagai tersangka. Sedangkan empat tersangka lainnya termasuk Sudrajad yakni PNS MA Redi (RD) serta dua pihak swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID) masing-masing Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS) dan Heryanto Tanaka (HT).

Baca juga
Polri Tempatkan Novel di Satgas Pencegahan Tipikor

 

Tinggalkan Komentar