Sabtu, 03 Desember 2022
09 Jumadil Awwal 1444

Sebelum Punya Anak, Ini yang Perlu Dipersiapkan Pasangan Suami Istri

Selasa, 15 Feb 2022 - 11:21 WIB
Suami Istri - inilah.com
istimewa

Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Namun, sebelum punya anak, ada baiknya para pasangan suami istri mempersiapkan perencanaan kehamilan terlebih dahulu.

Menurut Inez Kristanti, psikolog klinis dan relationship expert menjelaskan keduanya harus memiliki pandangan yang sama soal perencanaan kehamilan. Hal ini bisa dilakukan sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Masih menurut Inez, para pasangan harus mengerti tentang arti dan makna menjadi orangtua.

“Suami dan istri perlu menghayati ke dalam diri sendiri tentang makna menjadi orangtua, kenapa ingin punya anak supaya kita bisa menghayati peran sebagai orangtua yang lebih bertanggung jawab,” kata Inez dalam temu media virtual di Jakarta, ditulis pada Selasa, (15/02/2022).

Baca juga
Suami-Istri Tenggelam Usai Mancing di Laut, Tim SAR Bentuk Tim Lakukan Pencarian

Pemahaman yang sama soal kehamilan

Pasangan suami istri harus mempersiapkan diri soal pemahaman di usia subur mengenai proses kehamilan. Memang, hanya sang istri yang hamil, namun kehamilan untuk memiliki keturunan adalah tanggungjawab berdua.

Sebelum merencanakan kehamilan, suami dan istri juga perlu untuk mengetahui perubahan-perubahan apa yang diekspektasikan saat kehamilan dan setelah kelahiran.

Hal ini diperlukan untuk menghadapi perubahan yang terjadi dan mencegah terjadinya hal-hal yang di luar ekspektasi.

“Kemudian sangat penting memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik. Di perjalanannya kemungkinan ada hal-hal yang bisa menimbulkan konflik, konflik itu tidak apa-apa tetapi yang penting bisa diselesaikan secara sehat bersama-sama,” papar Inez.

Baca juga
Ghita Argasasmita, Perencana Keuangan Atasi Masalah Keuangan Keluarga Hingga Perusahaan

Manajemen ekspektasi juga menjadi persiapan kunci dalam membina keluarga, khususnya merencanakan kehamilan. Pasangan harus mencari solusi bersama jika apa yang dihadapi tidak sesuai dengan rencana.

“Apa yang harus dilakukan, bagaimana pasangan bisa saling mendukung satu sama lain, kalau 1-2 tahun belum mendapat anak harus bagaimana? Di situ kemampuan dan kedewasaan pasangan diuji tetapi tidak perlu khawatir karena tadi sudah mempersiapkan diri secara psikologis dan semua bisa diantisipasi,” ujar Inez.

Tinggalkan Komentar