Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Sebut Ada Kemiripan Nama, Bumame Akui Ada Kesalahan Administrasi

Sebut Ada Kemiripan Nama, Bumame Akui Ada Kesalahan Administrasi

Pihak Bumame Farmasi langsung bereaksi dan meminta maaf atas beredarnya video hasil positif COVID-19 yang keluar padahal belum lakukan tes.

Bumame mengakui adanya kesalahan petugasnya di lapangan dalam mengeluarkan surat hasil tes COVID-19. Insiden ini murni kesalahan administrasi petugas lapangan.

“Kami menyebut bahwa kesalahan tersebut memang benar terjadi karena adanya kesalahan administrasi dari staf lapangan,” kata Direktur Utama Bumame Farmasi James Wihardja dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/2/2022).

Dia menyebut petugas di lapangan yang ada dalam video yang viral itu salah mengirimkan hasil tes COVID-19 kepada pelanggan. Kesalahan ini karena adanya kemiripan nama dari pelanggan.

Baca juga
Airlangga Minta Kader Bapera Menyiapkan Diri jadi Pemimpin Nasional

“Staf tersebut mengirimkan antigen dan PCR pelanggan lain yang mempunyai nama yang sama pada tanggal 2 Februari 2022,” lanjut dia.

Atas kejadian ini, pihak Bumame sudah menegur petugas di lapangan tersebut. Insiden ini akan menjadi bahan pembelajaran bagi Bumame Farmasi dalam meningkatkan pelayanannya.

“Kami telah menindaklanjuti ini dengan memberikan teguran keras kepada staf terkait,” pungkas.

Sebelumnya, Seorang perempuan protes ke petugas Bumame Farmasi karena sudah dinyatakan positif. Padahal perempuan yang protes itu belum melakukan tes COVID-19.

Kejadian ini terjadi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Dalam video yang beredar di media sosial tampak seorang perempuan sudah mendapatkan surat hasil tes COVID-19. Dalam surat itu tertulis jika dia sudah positif COVID-19, padahal dia belum melakukan tes di Bumame.

Baca juga
Attack Mode, Salah Satu Keunggulan Sirkuit Formula E Jakarta

“Saya dikirimin hasil antigen dan PCR sementara saya belum datang. Ini kan aneh sekali, orang saya belum datang kok tapi sudah ada hasilnya. Terus dua-duanya hasilnya sudah positif lagi, ini merugikan, saya besok mau terbang ke Bali tidak bisa karena kalian sudah bikin hasil tes palsu,” kata perempuan tersebut, Kamis (3/2/2022).

Tinggalkan Komentar