Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Sebut Dzikir untuk Perang, Eks Kapolres Purworejo Harus Minta Maaf ke Umat

Sebut Dzikir untuk Perang, eks Kapolres Purworejo Harus Minta Maaf ke Umat

Ketua Umum Koalisi Persaudaraan dan Advokasi Umat atau KPAU, Ahmad Khozinudin meminta eks Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito minta maaf kepada umat karena telah mengedarkan tuduhan jahat terkait dzikir.

Hal ini menangapi pernyataan mantan Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito dalam sebuah cuplikan dialog dengan Wartawan TV One. Saat itu Rizal menuduh Dzikir Hasbunsllah Wani’mal Wakil atau dzikir sebagai persiapan perang yang dilakukan oleh warga desa wadas.

“Sebuah sikap yang jahil terhadap ajaran Islam sekaligus patut diduga mengidap Islamphobia. Patut juga diduga, ada motif jahat Kapolres Purworejo mengaitkan dzikir dengan persiapan perang,” kata Ahmad dalam keterangan persnya, Senin (14/2/2022).

Baca juga
Jumlah Kasus Omicron di Indonesia Jadi 68 Orang

Menurut dia, klaim dari mantan Kapolres tersebut tidak berdasar meski pada saat kejadian eskalasinya sempat meningkat pada saat warga desa Wadas berzikir hasbunallah wanikmal wakil. Saat itu warga menolak untuk berdialog dengan pihak kepolisian untuk membuka blokade jalan.

Hal inilah yang jadi alasan mengapa akhirnya terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap warga.

Ahmad mengatakan, membaca dzikir merupakan anjuran bagi umat Muslim. Salah satu bacaan dzikir yang Mashur adalah bacaan hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir. Artinya cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.

Baca juga
Jokowi Pamer Motor Kustom ke Pebalap MotoGP: Kalah Keren tapi Bersejarah

Dzikir ini bisa dibaca dalam segala keadaan, yang menunjukkan tawakal hanya kepada Allah SWT. Dzikir ini bisa dibaca setelah sholat, saat bepergian, saat ditimpa bencana, ujian, dan dalam segala keadaan.

“Tidak ada satupun ketentuan, yang menjelaskan bahwa dzikir ini hanya dibaca pada kondisi perang. Bahkan, dzikir ini biasanya dibaca bersamaan dengan wirid setelah selesai sholat lima waktu,” ungkapnya.

Untuk itu, AKBP Rizal Marito harus meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam atas kelancangan dan tuduhan jahatnya terhadap ajaran dzikir Islam sekaligus tuduhannya terhadap Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.

Baca juga
Kemenkes Periksa Hasil PCR Ashanty Pastikan Terpapar Omicron atau Tidak

“Selain meminta maaf, sudah selayaknya AKBP Rizal Marito dicopot dari jabatannya. Tidak boleh jabatan Kapolres, diberikan kepada orang yang diduga mengidap Islamophobia,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar