Sederet Korban Pinjol dari Trauma, Bunuh Diri hingga Tewas Dibakar

Sederet Korban Pinjol dari Trauma, Bunuh Diri hingga Tewas Dibakar - inilah.com
foto istimewa

Hingga saat ini polisi masih terus memburu keberadaan perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di berbagai daerah. Ini dilakukan lantaran banyaknya teror pinjol yang sangat meresahkan masyarakat.

Tak hanya meninggalkan trauma yang mendalam, teror-teror yang dilayangkan oleh penagih utang pinjol menjadikan para korban putus asa sampai nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Bahkan ada juga yang berakhir dengan konflik keluarga hingga berujung dengan aksi nekat membakar hidup-hidup saudaranya sendiri lantaran utang pinjol yang tak mampu dibayar.

Berikut sederet kasus pinjol yang berujung tragis,
1. Tak Kuat Diteror Pinjol, Pemuda di Pakis Gantung Diri
Seorang pemuda berinisial MEM (20) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya di Desa Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Jumat (23/10/2021).

Polisi menduga korban tidak tahan dengan teror penagih utang pinjol yang dilakukan secara terus menerus. Ini diketahui dari keterangan tetangga korban yang menceritakan bahwa korban sedang terlilit utang pinjol dan kebingungan untuk membayarnya.

“Tidak tahan dengan teror dari penagih utang pinjaman online, sehingga korban memlih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ujar Kompol M Lutfi, Kapolsek Pakis ketika itu.

Setelah tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan, kemudian korban segera dimakamkan oleh pihak keluarga. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya tali yang digunakan korban untuk mengikat lehernya, kursi serta pakaian yang dikenakan korban.

2. Ibu Rumah Tangga di Wonogiri Gantung Diri di Teras Rumah
Seorang ibu rumah tangga berinisial WPS (38) nekat gantung diri di teras rumahnya di Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah pada 2 Oktober 2021 lalu.

Korban nekat mengakhiri hidupnya di tiang gantungan dengan menggunakan seutas tali lantaran tak sanggup lagi untuk membayar utang pinjol. Parahnya, korban terlilit utang di 23 perusahaan pinjol hingga puluhan juta rupiah.

Nominal utang sebesar Rp1,6 juta hingga Rp3 juta per operator pinjol, namun total tagihan yang harus dibayar mencapai Rp55,3 juta.

Baca juga  Kominfo Sudah Tutup Akses 4.906 Pinjol Ilegal

Sebelum meninggal, korban terlebih dahulu menuliskan surat di secarik kertas untuk suami dan dua anaknya. Dalam surat tersebut korban meminta maaf kepada keluarganya seraya menceritakan perihal utang pinjol yang tak mampu ia bayar.

Mas nanti kalo sudah nemuin surat ini, jangan nangis, tetap jaga Rara Riri. Memang aku bisanya membuat susah kamu. Maafin aku ya Mas. Mungkin dengan jalan ini bisa membuat hidupku tenang. Maafin ya Mas aku minta beribu-ribu maaf. Aku mati meninggalkan aib bagi keluarga ini. Mungkin sudah jalan hidupku. Di buku hitam kecil itu ada semua data orang yang aku hutangi. Sampaikan permohonan maafku kepada mereka. Kalau bisa hutangku di bayar pelan-pelan. Sekali lagi aku minta maaf. Aku sudah tidak kuat. Aku sudah tidak kuat lagi ini. Ini sudah jalanku,” tulisnya.

3. Warga Gunungkidul Gantung Diri di Kandang Rusa
Seorang petugas penangkaran rusa di BKSDA di Padukuhan Gading IV Kalurahan Gading Kapanewon Playen Gunungkidul ditemukan tewas gantung diri di kandang rusa pada 30 Agustus 2021 lalu.

Korban berinisial ADS (35) itu diduga menunggak pembayaran utang pinjol dan tak bisa melunasinya. Ini diketahui dari penuturan tetangga korban bernama Yusuf (30) yang pernah mendapat kiriman pesan singkat dari perusahaan pinjol yang merujuk kepada korban.

Selamat siang, nomer anda dicantumkan sebagai kontak penjamin oleh ibu/bapak…….dengan nomor telpon dan WA….. dengan nomor telpon dan WA beliau ada tagihan dan sudah jatuh tempo di apliksi UANGKU dan tidak ada respon baik dari beliau, tolong sampaikan segera untuk melakukan pembayran HARI INI, sebelum data data dan foto foto beliau beralih kepada tim collector kami, TERIMAKASIH,” isi pesan singkat tersebut

4. Sopir Taksi Gantung Diri di Kamar Kos
Seorang sopir bernama Zulfandi (35) ditemukan tewas di kamar kos rekannya di Jl Mampang VII, Tegal Parang, Jakarta Selatan lantaran utang pinjol yang tak sanggup dibayar.

Baca juga  Solar Langka, Indonesia Jangan Sampai Krisis Energi Seperti Singapura, Inggris, China

Ini diketahui dari sepucuk surat yang ditulis korban sebelum mengakhiri hidupnya. Surat tersebut ditujukan kepada istri dan anaknya yang diketahui bahwa korban terlilit utang dari pinjol.

Dalam surat tersebut korban juga berharap kepada pihak berwajib agar memberantas pinjol yang telah menjerat para korbannya dengan jebakan-jebakan setan. Berikut isi surat yang ditulis korban,

Maafkan saya telah membuat semua orang susah. Anak anak janganlah pernah kalian menjadi orang yang suka berbohong. Ayah telah membuat kalian sudah kelak menjadi orang orang yang jujur. Istri ku maafkan aku yang tak pernah membuat kalian bahagia.
Kepada ojk dan pihak berwajib tolong berantas pinjaman online yang telah membuat jebakan setan : wahai para rentenir online kita bertemu nanti di alam sana. Jangan pernah ada yang bayar utang online saya, karna hanya saya yang terlibat tidak ada orang lain terlibat kecuali saya.
Zufandi
,” tulisnya.

5. Karyawan Minimarket di Cengkareng
Seorang karyawan minimarket bernama Slamet Khudori ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakannya di Jl H Muchtar, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada 26 November 2019 silam.

Berdasarkan keterangan dari polisi, korban nekat bunuh diri lantaran terlilit utang pinjol yang tak sanggup ia bayar. Ini diketahui dari temuan surat yang berisi tentang bahaya jerat utang pinjol.

“Jasad Slamet ditemukan oleh kawan sekantornya, Dian Wahim. Dian curiga karena Slamet tidak masuk kerja selama dua hari. Kita temukan surat tulisan yang intinya berpisah kepada keluarga dan berpesan kepada siapa pun untuk tidak meminjam uang melalui online gitulah,” ujar Kompol Khoiri, Kapolsek Cengkareng ketika itu.

6. Diteror Pinjol, Guru TK Nyaris Bunuh Diri
Seorang guru TK di Malang, Jawa Timur berinisial M (40) nyaris ikut menjadi korban bunuh diri akibat pinjol lantaran terus mendapat teror dari penagih utang pada 25 Oktober 2020 lalu.

Korban yang semula memiliki utang sebesar Rp2,5 juta itu mengaku kebingungan untuk membayar utangnya yang kian lama meningkat menjadi Rp40 juta. Melalui kuasa hukumnya, korban menceritakan kerap diancam dibunuh oleh penagih utang.

Baca juga  Jangan Takut, Ini Solusi Jika Terlanjur Terjerat Utang Pinjol Ilegal

“Utang awal sebanyak Rp2,5 juta itu terpaksa dia ambil di pinjol lantaran terdesak untuk membayar kebutuhan kuliah semester akhirnya. Namun uang yang diterima dari pinjol itu hanya sebesar Rp1,2 juta. Sisa potongannya untuk biaya administrasi dan bunga,” kata Slamet Yuono, kuasa hukumnya ketika itu.

Membengkaknya utang itu berasal dari 24 pinjol yang berbeda-beda karena terdesak dan menyetujui sejumlah syarat dari perusahaan pinjol. Dari penelusurannya, 24 pinjol yang diutangi korban, 19 di antaranya merupakan pinjol ilegal yang tak diakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kini korban masih mengalami trauma yang mendalam akibat teror serta ancaman yang terus datang.

7. Depresi Dikejar Pinjol, Warga Tulungagung Gantung Diri
Oscar Syarifudin (36), warga Perumahan Patimura, Tulungagung, Jawa Timur nekat bunuh diri karena depresi dengan tagihan pinjol yang mencapai belasan juta rupiah.

Peristiwa yang terjadi pada 23 Juni 2021 lalu ini sempat menjadi misteri dan bahkan dikabarkan menjadi korban pembunuhan. Namun dari penelusuran Polres Tulungagung menyimpulkan penyebab kematian korban adalah murni bunuh diri karena depresi tagihan pinjol.

8. Warga Tapanuli Utara Tewas Dibakar Adik Ipar Karena Pinjol
Seorang warga Desa Lubis, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara tewas dibakar oleh adik iparnya yang bernama  Iwanto Lubis (39) karena melakukan pinjaman online menggunakan Indentitas istrinya.

Peristiwa ini terjadi pada 25 Juni 2021 lalu yang menjadikan geger di wilayah tersebut. Pelaku pun sempat buron selama tiga bulan karena setelah membakar kakak iparnya hidup-hidup ia langsung melarikan diri.

Hingga akhirnya pada 21 September 2021 pelaku menyerahkan diri ke Polres Tapanuli Utara. Pelaku dijerat Pasal 187 Ayat (1) ke-2e KUHPidana yang berisi tentang barangsiapa yang sengaja menimbulkan kebakaran atau kejahatan terhadap jiwa orang dipidana 15 tahun penjara.

Tinggalkan Komentar