Minggu, 22 Mei 2022
21 Syawal 1443

Segmen Konsumer hingga Gadai Emas Kompak Dukung Pertumbuhan Pembiayaan BSI

Pertumbuhan Pembiayaan BSI - inilah.com
Pembiayaan BSI mampu tumbuh sehat dan sustain sebesar 9,32 persen (yoy) sehingga total pembiayaan di Desember 2021 mencapai Rp171,29 triliun. Foto: Humas BSI

Di tahun pertama sejak merger pada Februari 2021, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menorehkan kinerja gemilang. Pembiayaan tumbuh dan sehat di semua segmen konsumer, korporasi, UMKM, gadai emas, hingga kartu pembiayaan menjadi penopang kinerja tersebut.

“Pembiayaan BSI mampu tumbuh sehat dan sustain sebesar 9,32 persen (yoy) sehingga total pembiayaan di Desember 2021 mencapai Rp171,29 triliun,” kata Direktur Retail Banking BSI Kokok Alun Akbar saat konferensi pers secara daring, Rabu (2/2/2022).

Pertumbuhan pembiayaan tersebut, lanjutnya, terutama ditopang oleh pembiayaan konsumer yang tumbuh sebesar 19,99 persen (yoy), gadai emas tumbuh 12,92 persen (yoy), mikro tumbuh 12,77 persen (yoy) dan komersial tumbuh 6,86 persen (yoy).

Baca juga
Pangdam Jaya Siapkan Tower Tambahan Antisipasi Kenaikan Omicron

Pembiayaan UMKM

BSI juga terus mendorong pertumbuhan pembiayan kepada UMKM. Karena itu, komposisi pembiayaan UMKM BSI di Desember 2021 mencapai 23,05 persen atau meningkat dari Desember 2020 sebesar 22,4 persen.

“Ke depan, komitmen BSI terhadap pengembangan sektor UMKM tidak akan luntur. Kami akan terus menyalurkan pembiayaan UMKM kepada target nasabah yang sehat dan sustain,” ujar Alun.

Terkait restrukturisasi nasabah akibat dampak COVID-19, BSI telah memberikan restrukturisasi kepada 93 ribu nasabah dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp18,41 triliun. Di antara jumlah tersebut sebanyak 61 persen atau 65 ribu nasabah merupakan nasabah UMKM dengan nilai Rp8,79 triliun.

Baca juga
Pasien Omicron Kabur dari Wisma Atlet

Pada kesempatan yang sama, Direktur Risk Management Tiwul Widyastuti mengungkapkan kinerja FAR turun. Angkanya berubah dari 21,04 persen pada Desember 2020 menjadi 17,69 persen pada Desember 2021. Begitu juga dengan nilai absolute yang turun signifikan dari Desember 2020 sebesar Rp33 triliun menjadi Rp30,3 triliun pada Desember 2021.

“Perbaikan terkontribusi oleh new booking atau pembiayaan baru yang tersalurkan pada 2021 yang memiliki kualitas sangat bagus. Wholesale 100 persen pembiayaan tersalurkan dengan kinerja kol 1 sedangkan retail new booking 2021 dengan kol 1 sebesar 99,6 persen,” jelasnya.

Terkait digitalisasi, Direktur Information Technology&Operations BSI Achmad Syafii menuturkan jumlah user aktif BSI Mobile meningkat 196 persen dari 2020 mencapai 124,54 juta transaksi atau 54 persen dari user yang memiliki fasilitas.

Tinggalkan Komentar