Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Segudang Prestasi Sang ‘Gubernur Indonesia’

Gubernur Indonesia - inilah.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (foto: SCMP)

Anies Baswedan punya banyak prestasi dan sederet penghargaan kelas dunia. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pernah menyebut Anies sebagai ‘Gubernur Indonesia’.

#bagian kedua dari tiga tulisan

Ada yang menarik dalam acara Asosiasi Pemerintah Provinsi Indonesia (APPSI) 2018 di Jakarta. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sambutannya menyebut Anies dengan predikat yang tak lazim. “Yang paling berat itu Pak Anies. Pak Anies itu Gubernur DKI Jakarta, tapi (juga) Gubernur Indonesia,” ujar Tjahjo di depan gubernur se-Indonesia. Pernyataan itu disambut riuh hadirin.

Tjahjo lantas menjelaskan maksud dari istilah ‘Gubernur Indonesia’. Menurut tokoh penting PDI Perjuangan itu, Anies adalah Gubernur Jakarta pertama yang membuka Jakarta bagi seluruh pendatang. Tak ada larangan untuk datang ke Ibu Kota, seperti yang pernah dilakukan para gubernur sebelumnya. Pendatang cukup mengurus surat identitas sebagai warga Jakarta saja.

Tapi, banyak warganet yang justru memaknai istilah ‘Gubernur Indonesia’ itu sebagai tanda-tanda alam bagi Anies sebagai calon pemimpin Indonesia.

Sebagai salah satu kandidat Presiden 2024, Anies Baswedan memiliki bekal yang cukup. Dia tokoh yang kerap diganjar penghargaan, baik tingkat dunia, maupun dari pelbagai institusi di Tanah Air.

Berikut sebagian rekam jejak prestasi dan sederet penghargaan yang pernah diterima suami Fery Farhati Ganis ini:

#Ketua OSIS se-Indonesia

Saat sekolah di SMA Negeri 2 Yogyakarta, Anies terpilih menjadi Wakil Ketua OSIS di sekolahnya. Dia lantas mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama tiga ratus pelajar Ketua OSIS seluruh Indonesia. Alhasil, ia terpilih menjadi Ketua OSIS seluruh Indonesia pada tahun 1985.

#Peserta Pertukaran Pelajar AFS

Pada tahun 1987, Anies terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama setahun di Wisconsin, Amerika Serikat. Program ini membuatnya menempuh masa SMA selama empat tahun dan baru lulus pada tahun 1989. Sekembalinya ke Yogyakarta, Anies mendapat kesempatan berperan di bidang jurnalistik. Dia bergabung dengan program Tanah Merdeka di TVRI Yogyakarta, dan mendapat peran sebagai pewawancara tetap tokoh-tokoh nasional.

#Ketua Senat Mahasiswa UGM

Anies diterima masuk di Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1989. Dia tetap aktif berorganisasi, bergabung dengan HMI dan menjadi salah satu anggota Majelis Penyelamat Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Gadjah Mada. Anies menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa di fakultasnya dan ikut membidani kelahiran kembali Senat Mahasiswa setelah dibekukan oleh Pemerintah. Dia terpilih menjadi Ketua Senat Universitas melalui kongres pada 1992. Masa kepemimpinannya juga ditandai dengan dimulainya gerakan berbasis riset.

Baca juga
Kronologi Korban Skimming Nasabah Raib Rp38,4 Juta hingga Pertanyakan Keamanan BRI

#Beasiswa ke Jepang

Pada tahun 1993, Anies mendapat beasiswa dari Jepang untuk mengikuti kuliah musim panas di Universitas Sophia, Tokyo. Beasiswa ini ia dapatkan setelah memenangkan sebuah lomba menulis bertemakan lingkungan. Hingga pada akhirnya, Anies lulus dari Universitas Gadjah Mada tahun 1995. Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

#Penghargaan William P. Cole III

Anies mendapat beasiswa Fullbright dari AMINEF untuk melanjutkan kuliah master dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, Universitas Maryland, pada tahun 1997. Ia juga dianugerahi William P. Cole III Fellow di universitas itu, dan lulus pada Desember 1998.

Sesaat setelah lulus dari Maryland, Anies mendapatkan beasiswa bidang ilmu politik di Northern Illinois University pada tahun 1999. Dia bekerja sebagai asisten peneliti di Office of Research, Evaluation, and Policy Studies di kampusnya, dan meraih beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, penghargaan yang hanya diberikan kepada mahasiswa NIU yang berprestasi dalam bidang ilmu politik pada tahun 2004.

#Rektor Universitas Paramadina

Pada 2011, Anies terpilih sebagai Rektor Universitas Paramadina. Di bawah kepemimpinannya, Universitas Paramadina memiliki kualitas pendidikan yang baik dan meningkat, serta memberikan pengaruh positif bagi masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar negeri. Sejak 27 Oktober 2014 hingga masa jabatannya sebagai rektor berakhir, ia merangkap jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

#100 Intelektual Publik Dunia

Pada 2008, Majalah Foreign Policy memasukkan Anies Baswedan dalam 100 Intelektual Publik Dunia. Anies merupakan satu-satunya orang Indonesia yang masuk pada daftar hasil rilis majalah tersebut. Dalam daftar itu nama Anies sejajar dengan tokoh dunia seperti Noam Chomsky (tokoh perdamaian), para penerima nobel seperti Shirin Ebadi, Al Gore, Mohammad Yunus dan Amartya Sen.

Baca juga
Tarik Ulur Alot, Jabatan Pangkostrad Akhirnya Jatuh ke Menantu Luhut

#Ketua Komite Etik KPK

Pada 2009, KPK diterpa gonjang-ganjing ‘Cicak vs Buaya’. Dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad dan Chandra Hamzah, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus suap oleh Polri. Akibatnya soal ini menjadi isu Nasional yang panas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk Tim Independen Verifikasi Fakta dan Hukum atau disebut juga sebagai ‘Tim 8’ dalam menyelidiki kasus dugaan kriminalisasi pimpinan KPK.

KPK sendiri kemudian membentuk Komite Etik untuk mengusut pelbagai sengkarut di internal. Anies Baswedan terpilih sebagai Ketua Komite Etik, yang beranggotakan Bambang Widjajanto, Abdullah Hehamahua, Tumpak Hatorangan, dan Abdul Mukhtie Fajar.

Komite ini menginvestigasi pembocor draf surat perintah penyelidikan Anas Urbaningrum, dokumen milik Komisi Pemberantasan Korupsi. Komite Etik ini melakukan sidang terbuka dengan hasil asisten dari Ketua KPK Abraham Samad, Wiwin Suwandi terbukti membocorkan penyelidikan kepada Anas Urbaningrum.

#20 Tokoh Pembawa Perubahan Dunia

April 2010, Anies Baswedan terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang versi majalah Foresight yang terbit di Jepang. Dalam edisi khusus ’20 orang 20 tahun’, majalah ini menampilkan 20 tokoh yang diperkirakan akan menjadi perhatian dunia. Mereka akan berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Menurut majalah itu, Anies Baswedan dinilai sebagai salah satu tokoh calon pemimpin Indonesia masa mendatang. Nama Anies berdampingan dengan Vladimir Putin (Perdana Menteri Rusia), Hugo Chavez (Mantan Presiden Venezuela), Rahul Gandi (Sekjen Indian National Congress India), serta Paul Ryan (politisi muda Partai Republik dan anggota House of Representative AS).

#PASIAD Education Award

Anies Baswedan menerima penghargaan dari The Association of Social and Economic Solidarity with Pacific Countries (PASIAD) kategori Pendidikan dari Pemerintah Turki pada tahun 2010. Penghargaan ini diberikan kepada pengajar, pelajar maupun individu yang telah berkontribusi untuk dunia pendidikan. Anies Baswedan menerima penghargaan ini karena telah membuat anak-anak muda terbaik untuk mengajar di daerah terpencil yang jauh dari akses pendidikan melalui program Indonesia Mengajar.

Baca juga
Buntut Kasus Mafia Migor, Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng dan Bahan Bakunya

#Nakasone Yasuhiro Award

Anies Baswedan menerima Nakasone Yasuhiro pada Juni 2010. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Mantan Perdana Menteri Jepang, Yasuhiro Nakasone. Penghargaan ini diberikan kepada orang-orang visioner yang membawa perubahan dan memiliki daya dobrak, demi tercapainya abad 21 yang lebih cerah. Anies dirasa adalah salah satu sosok visioner tersebut.

#500 Muslim Berpengaruh di Dunia

Penghargaan yang diterima Anies Baswedan juga hadir dari kawasan Timur Tengah. The Royal Islamic Strategic Studies Center, Jordania, memasukkan nama Anies dalam daftar The 500 Most Influential Muslims pada Juli 2010. Penghargaan ini diberikan untuk 500 tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.

#Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Pada Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, Anies diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ia menjadi salah satu menteri dari kalangan profesional di kabinet. Gebrakan pertamanya sebagai menteri adalah perubahan mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional dan Kurikulum 2013 dan sertifikasi guru.

Anies berpandangan bahwa pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas manusia, di mana perlunya peran guru yang begitu sentral, sehingga kualitas guru juga harus ditingkatkan. “Masa jabatan saya dicukupkan oleh Presiden Jokowi,” ujar Anies. Selentingan kabar beredar pencopotan itu akibat Anies tak memprioritaskan program yang diinginkan Presiden Jokowi.

#Memenangi Pilkada Jakarta

Pada 2016, politik Nasional memanas. Lapangan Monas menjadi lautan jutaan demonstran akibat pernyataan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal Alquran surat Al Maidah. Ahok dinilai menistakan agama, dan berkat dorongan demonstran akhirnya diseret ke pengadilan. Ahok kemudian dinyatakan bersalah dan harus masuk penjara.

Itu adalah titik balik Anies Baswedan dalam politik. Anies, yang berpasangan dengan Sandiaga Uno, kemudian memenangi Pilkada Jakarta. Di putaran final pasangan ini mengalahkan inkumben. Pada 16 Oktober 2017, Anies dan Sandiaga dilantik dan mengangkat sumpah jabatan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Rivalnya dalam Pilkada Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, hadir dalam pelantikan itu.

Tinggalkan Komentar