Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Sejumlah Negara Uni Eropa Usir Puluhan Diplomat Rusia

Rabu, 30 Mar 2022 - 13:47 WIB
diplomat rusia
Kedutaan Besar Rusia di Dublin, Irlandia (foto: irishtimes.com)

Sejumlah negara Uni Eropa, termasuk Belgia, Belanda, dan Irlandia, pada Selasa (29/3/2022), mengusir puluhan diplomat Rusia. Beberapa di antaranya diusir atas dugaan pengintaian, yang menurut Perdana Menteri Irlandia merupakan sebuah langkah terkoordinasi.

Rusia mengeluarkan pernyataan keras atas aksi yang disebut ‘tak bersahabat’ ini dan berjanji akan melakukan balasan.

Pengusiran itu terjadi setelah hubungan antara Uni Eropa dan Rusia mencapai titik terendah dalam sejarah menyusul invasi Rusia ke Ukraina, serangan terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

Belgia mengusir 21 diplomat Rusia atas dugaan pemata-mataan dan menimbulkan ancaman keamanan, menurut Menteri Luar Negeri Belgia Sophie Wilmes di hadapan para anggota dewan perwakilan rakyat.

Baca juga
Presiden Zelenskyy: Ukraina Siap Pertahankan Kiev sampai Mati

“Langkah itu secara eksklusif terkait dengan keamanan nasional dan jalur diplomatik masih akan terbuka,” kata Wilmes seperti dilansir Reuters, Rabu (30/3/2022)..

Sebanyak 21 warga Rusia bekerja di Kedutaan Besar Rusia di Brussels dan di konsulat di Antwerp.

Mereka semua terakreditasi sebagai diplomat, namun bertugas melakukan pengintaian dan memengaruhi operasi, kata juru bicara kementerian.

Wilmes mengatakan keputusan Belgia itu dikoordinasikan dengan Belanda, yang menyuruh pulang 17 agen intelijen Rusia yang terakreditasi sebagai diplomat.

Keputusan tersebut didasarkan atas informasi dari layanan keamanan mereka sendiri, menurut kementerian luar negeri Belgia.

Irlandia juga mengusir empat pejabat senior di kedubes Rusia, sedangkan Republik Ceko meminta satu anggota staf diplomatik kedubes Rusia meninggalkan Praha.

Baca juga
Polandia Desak Eropa Tingkatkan Anggaran Pertahanan Rp 9,6 Kuadriliun Usai Invasi Rusia

Duta besar Rusia di sejumlah negara menumpahkan kemarahannya lewat pernyataan. Di Irlandia, staf Rusia menggambarkan keputusan pemerintah setempat ‘sembrono dan tidak berdasar’.

Pengusiran Belgia ‘sama sekali tidak berdasar’ dan berpotensi berdampak serius pada hubungan Rusia-Belgia, kata duta besar Rusia dalam pernyataan.

“Akan ada balasan sehubungan dengan langkah-langkah tidak bersahabat terhadap lembaga-lembaga Rusia di luar negeri,” lapor kantor berita RIA Novosti, yang mengutip juru bicara Kemlu Rusia Maria Zakharova.

Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin mengatakan pengusiran itu dilakukan atas ‘koordinasi bersama negara-negara lain’, namun tidak mungkin mencakup koordinasi dengan semua negara Uni Eropa.

Baca juga
Airbnb dan Booking Hentikan Operasional di Rusia

“Mustahil untuk membuat seluruh 27 negara (anggota Uni Eropa) mengerjakan agenda serupa,” katanya.

Tinggalkan Komentar