Senin, 23 Mei 2022
22 Syawal 1443

Sejumlah Rumah Warga di Garut Rusak Diterjang Puting Beliung

angin kencang
Atap rumah warga rusak diterjang angin puting beliung

Angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat hingga mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Satria Budi mengatakan sejumlah atap rumah warga beterbangan tertiup angin.

“Ya ada lagi angin puting beliung, dilaporkan rumah warga bagian atapnya rusak, ada juga baliho diterpa angin,” katanya, Minggu (3/4/202)

Menurutnya, angin puting beliung disertai hujan deras sudah terjadi kedua kalinya, sebelumnya Sabtu (2/4/2022) terjadi puting beliung hingga menyebabkan kerusakan atap pabrik dan rumah warga.

Kejadian saat ini, kata dia, menerjang wilayah perkotaan yang padat pemukiman penduduk seperti Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota.

Baca juga
Longsor Tutup Akses Jalan Utama Garut-Tasik

“Banyak rumah yang rusak di Kelurahan Ciwalen karena di sana rumahnya padat, berdempetan,” katanya.

Ia menyampaikan peristiwa itu hanya menimbulkan kerugian materi akibat kerusakan rumah dan tidak ada korban jiwa.

Ia menyampaikan jajaran BPBD maupun unsur petugas dari instansi lain sudah terjun ke lapangan untuk memeriksa dan mendata tingkat kerusakan akibat bencana puting beliung.

Selain itu, lanjut dia, petugas gabungan bersama masyarakat berupaya membantu membersihkan puing-puing bangunan rumah warga.

“Petugas di lokasi sedang berupaya melakukan pembersihan, pengecekan dan pemantauan lokasi, bersama-sama dengan unsur Forkopincam Garut Kota,” katanya.

Ia mengatakan saat ini masih sering terjadi turun hujan disertai angin kencang sehingga masyarakat harus tetap waspada dengan berbagai ancaman bencana seperti angin puting beliung.

Baca juga
Rumah Rusak di Pandeglang Akibat Gempa Jadi 1.699 unit

Satria juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke dinas terkait ketika ada pohon yang sudah terlihat rawan roboh atau membahayakan lingkungan sekitar untuk segera dipangkas atau ditebang.

“Kami harap masyarakat melihat kondisi lingkungan sekitar, apabila ada dahan, atau pohon yang mau roboh untuk segera dilaporkan, untuk kami pangkas agar tidak membahayakan masyarakat sekitar,” kata Satria.

Tinggalkan Komentar