Sekolah Tatap Muka, antara Keraguan dan Kewajiban

Sekolah Tatap Muka, antara Keraguan dan Kewajiban - inilah.com
istimewa

Setelah hampir dua tahun lamanya menerapkan pembelajaran secara daring atau online, kini pemerintah telah membuka sejumlah sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Namun ternyata tidak semua orang tua tampak senang dengan penerapan PTM lantaran kasus Covid-19 masih belum benar-benar tuntas. Seperti halnya yang diungkapkan Ranti (39) warga Bekasi saat mengantarkan anaknya ke sekolah.

“Masih ragu-ragu lepas anak ke sekolah bertemu dengan teman-teman dan gurunya. Karena anak-anak pasti nggak bisa diatur untuk jaga jarak,” katanya saat mengantar anaknya yang masih duduk di bangku kelas 4 SD di wilayah Tambun Utara, Bekasi.

Baca juga  Menanti Vonis eks Mensos Juliari, KPK Optimis 11 Tahun

Meskipun ragu, namun dirinya tetap wajib melepas anaknya untuk tatap muka, karena kebijakan itu sudah diatur oleh pemerintah. Terlebih lagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menginginkan PTM bisa dilaksanakan di seluruh wilayah.

Mengenai hal ini, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (Dirjen PAUD) Kemendikbudristek Jumeri menjelaskan PTM Terbatas di seluruh wilayah masih terus dievaluasi mengenai protokol kesehatan (prokes) yang wajib diterapkan.

“Agar tidak menjadi klaster penularan Covid-19. Ada beberapa sekolah yang siswanya positif dan sudah diambil langkah tepat yaitu testing, tracing dan treatment serta menutup sekolah hanya yang ada warga terpapar,” jelas Jumeri.

Baca juga  Kapolda Metro Perintahkan Polres Bentuk Tim Pemburu Begal dan Pinjol

Karena itu ia mengimbau agar sekolah yang telah melaksanakan PTM terbatas wajib menerapkan prokes ketat untuk mencegah penularan. Dan hanya wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3 yang diizinkan untuk PTM.

“Sekolah yg sudah buka PTM perlu dievaluasi diawasi dan dibimbing agar protokol kesehatan ditaati warga sekolah,” tandasnya.

Sejatinya, 95 persen sekolah di seluruh Indonesia telah diizinkan untuk melaksanakan PTM Terbatas, namun yang menjalankan tatap muka baru 42 persen. Ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada SKB 4 menteri.

Tinggalkan Komentar