Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Sekolah Tatap Muka di DKI Digelar Pekan Depan

Rabu, 25 Agu 2021 - 15:23 WIB
Penulis : Anton Hartono
Sekolah Tatap Muka di DKI Digelar Pekan Depan - inilah.com

Meski penerapan PPKM di DKI Jakarta kembali diperpanjang, namun pemerintah menurunkan level PPKM ibu kota dari level 4 ke level 3. Turunnya level PPKM ini menjadikan warga Jakarta mendapat kelonggaran untuk melakukan aktivitas.

Salahsatunya adalah kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka yang sudah sekian lama tidak digelar selama pandemi Covid-19. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun telah mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 1026 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3.

Salah satu isi dari keputusan menyebutkan pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh dapat kembali dilaksanakan dengan ketentuan berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Baca juga
Ini Sanksi Sekolah Tatap Muka yang Langgar Prokes

Satuan pendidikan yang melaksanakan PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen. Sedangkan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maksimal 33 persen dan tentunya semua wajib menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah menjelaskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas akan dilakukan di sekolah yang sebelumnya sudah menggelar uji coba beberapa bulan lalu. “Untuk tatap muka DKI rencananya hasil rapat, tanggal 30 Agustus sudah mulai,” katanya.

Baca juga
1.759 Sekolah di Jabar Sudah Gelar PTM

Menurut dia, sebanyak 610 sekolah akan siap melaksanakan belajar tatap muka terbatas mulai dari jenjang SD hingga SMK. Adapun sistem yang akan diterapkan tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya telah dilakukan sejak April 2021 lalu.

“Selang-seling Senin, Rabu, Jumat (tatap muka). Selasa dan Kamis semprot disinfektan, durasi belajar maksimal sampai jam 12 (siang),” jelasnya.

Menanggapi kesiapan pemerintah akan melakukan pembelajaran tatap muka, Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jejen Musfah menyambut baik rencana pembelajaran tatap muka di wilayah yang status PPKM sudah di level 3.

Karena selama pandemi Covid-19, dirinya meyakini ada kebosanan yang terjadi, baik guru, siswa/siswi bahan orangtua. Karena itu sekolah tatap muka bisa dilakukan dengan catatan, sesuai protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Baca juga
Sekolah Tatap Muka di Bekasi Terapkan Ganjil-Genap

“Menyiapkan tempat cuci tangan dan masker. Jika tidak disiplin dalam prokes, sekolah bisa menjadi klaster penyebaran virus,” katanya.

Tinggalkan Komentar