Selasa, 24 Mei 2022
23 Syawal 1443

Sektor Jasa Keuangan Stabil dan Kredit Tumbuh 6,67% di Kuartal I-2022

Sektor Jasa Keuangan Stabil dan Kredit Tumbuh 6,67% di Kuartal I-2022 - inilah.com
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Instagram/@wimboh.ojk

Sektor Jaga Keuangan pada triwulan I 2022 tetap terjaga dan tumbuh. Hal itu seiring peningkatan fungsi intermediasi di sektor perbankan dan Industri Keuangan non-Bank (IKNB), serta menguatnya pasar domestik.

Demikian hasil catatan Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan OJK bulan April 2022. “Stabilnya sektor jasa keuangan dan terkendalinya pandemi yang meningkatkan aktivitas sosial ekonomi masyarakat telah mendorong pertumbuhan perekonomian nasional, meskipun terdapat peningkatan tensi geopolitik di Eropa dan normalisasi kebijakan moneter global,” kata Ketua Dewan Komisioner (OJK) Wimboh Santoso dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/5/2022).

IHSG Masih Menguat dan Mencatat All Time High pada Level 7.276,19

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat 2,2% mtd dan mencatatkan all time high pada level 7.276,19 (21/4/2022). Hingga 26 April 2022, penghimpunan dana di pasar modal melalui Penawaran Umum Saham, Obligasi, dan Sukuk telah mencapai Rp85 triliun dengan penambahan 20 emiten baru.

Baca juga
Tempat Jet Parkir Milik Konglomerat dan Pejabat Itu Akan Ditutup

Hal ini menunjukkan optimisme investor domestik maupun global atas perekonomian domestik yang terus pulih.

Kredit Perbankan Tumbuh 6,67%

Fungsi intermediasi perbankan pada bulan Maret 2022 kembali mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,67% yoy dengan seluruh kategori debitur mencatatkan kenaikan, terutama UMKM dan ritel.

Secara sektoral, mayoritas sektor utama mencatatkan kenaikan kredit secara mtm, terutama perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga masing-masing sebesar Rp20,2 triliun, Rp19,3 triliun, dan Rp16,7 triliun.

Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi nasional terus membaik. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 9,95% yoy terutama didorong oleh giro yang tumbuh sebesar Rp88,56 triliun.

Baca juga
Omong Besar Energi Terbarukan, Tahun Ini Targetnya Meleset

Profil Risiko Lembaga Jasa Keuangan Terjaga

Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Maret 2022 masih terjaga dengan rasio NPL gross menurun menjadi 2,99% dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan stabil di level 2,78%.

Walaupun terdapat penyesuaian likuiditas perbankan sebagai dampak kebijakan kenaikan GWM Bank Indonesia, namun likuiditas industri perbankan pada Maret 2022 masih berada pada level yang sangat memadai.

Ini tercermin dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit dan Alat Likuid/DPK masing-masing sebesar 143,64% dan 32,11%, di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Permodalan Sektor Jasa Keuangan Stabil

Dari sisi permodalan, perbankan mencatatkan permodalan yang relatif stabil pada Maret 2022 tercatat sebesar 24,80% atau jauh di atas threshold. Sementara, industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan RBC yang juga meningkat masing-masing sebesar 535,4% dan 322,3% yang berada jauh di atas threshold  120%.

Baca juga
Mendag Lutfi Pastikan Ada Rekor Baru Surplus Neraca Perdagangan

Begitu pula gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,94 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

“OJK secara konsisten terus melakukan asesmen terhadap perekonomian dan sektor jasa keuangan bersama Pemerintah, otoritas, serta stakeholders lainnya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah momentum pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Wimboh Santoso.

Tinggalkan Komentar