Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Selain Kemoterapi, Imunoterapi Dianggap Mampu Tingkatkan Kesempatan Hidup Pasien Kanker

Kamis, 09 Des 2021 - 15:25 WIB
Kanker - inilah.com
istimewa

Kanker merupakan penyakit yang dapat tumbuh, bermutasi dan menyebar, serta memberikan respon yang beragam terhadap perawatan yang dilakukan. Hingga saat ini belum ada satu obat tunggal untuk mengobati kanker. Namun bisa diobati dengan imunoterapi.

Upaya keras para peneliti dalam beberapa dekade terakhir telah menghasilkan metode-metode pencegahan, diagnosis dan perawatan yang lebih baik.

“Mulanya, kemoterapi merupakan solusi pengobatan bagi pasien kanker stadium lanjut. Tetapi dalam tiga dekade terakhir, berbagai perawatan baru yang dilengkapi dengan pendekatan holistik telah berkembang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, dengan efek samping seminimal mungkin,” jelas kata Dr. Chin Tan Min, Medical Oncologist di Parkway Cancer Centre, Singapore, saat temu media virtual, Jakarta, Kamis, (09/12/2021).

Baca juga
Omicron di Indonesia, Menkes Perketat Pintu Masuk Darat dan Laut Jelang Libur Naturu

Masih menurutnya, namun bukan berarti kemoterapi sudah ketinggalan jaman.

“Kemoterapi dapat digunakan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan terapi target atau imunoterapi, untuk mendapatkan hasil klinis yang optimal,” tambah Chin Tan.

Kasus-kasus imunoterapi sebelumnya pun membuktikan bahwa pasien tidak lagi mengalami kerontokan rambut maupun sakit kepala atau mual sebanyak terapi yang ada sebelumnya.

“Imunoterapi memiliki efek samping yang lebih rendah dan mudah ditoleransi oleh pasien. Sehingga, mampu meningkatkan tingkat kesembuhan pasien dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi pasien untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik,” paparnya.

Terapi target terbukti sebagai salah satu terobosan besar. Terapi target memanfaatkan obat-obatan untuk menargetkan gen dan protein tertentu yang berpengaruh pada pertumbuhan sel kanker.

Baca juga
Mengenal Anuerisma Otak yang Sebabkan Pendarahan

Terapi target sangat efektif untuk membunuh sel kanker dan memiliki efek samping yang lebih sedikit.

“Obat-obatan tertentu yang digunakan dalam pengobatan yang berfokus di pembuluh darah juga dapat mempengaruhi lingkungan jaringan yang memungkinkan sel kanker tumbuh dan bertahan hidup,” ungkap Dr. Chin.

Imunoterapi dikatakan mampu meningkatkan kesempatan hidup pasien kanker melalui manajemen perawatan jangka panjang.

“Imunoterapi bekerja dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien, yang memungkinkan sistem kekebalan tubuhnya mengenali sel kanker dan menghancurkannya dari dalam. Saat ini, imunoterapi semakin banyak digunakan untuk mengobati pasien kanker stadium tiga dan empat,” tambah Dr. Chin.

Tinggalkan Komentar