Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Selama 20 Tahun, 125 Juta Barel Minyak dari Blok CPP Disedot Pertamina

Selasa, 05 Jul 2022 - 22:50 WIB
Selama 20 Tahun, 125 Juta Barel Minyak dari Blok CPP Disedot Pertamina
Blok CPP, Riau. (Petrominer).

Mungkin banyak yang tak tahu apabila Blok CPP yang berada di Riau telah memroduksi 125 juta barel minyak mentah, sejak 20 tahun lalu.

Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu Energi sebagai pengelola resmi Blok Coastal Plain Pekanbaru (CPP), Riau setelah diserahkan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada 2002.

“Selama 20 tahun kita sudah produksi 125 juta barel yang menghasilkan revenue (penghasilan) US$1, 4 miliar dengan bagian negara US$1,25 miliar dan kontraktor US$150 juta,” kata Pjs General Manager BOB PT BSP-Pertamina Hulu Energi, Airlangga P Akbar di Pekanbaru, Riau, Selasa (5/7/2022).

Hal tersebut dikatakannya menjelang peralihan dari BOB ke PT BSP yang akan 100 persen mengelola Blok CPP tersebut mulai 9 Agustus mendatang. Ia mengatakan lapangan migas BOB sudah berusia lebih dari 50 tahun sehingga termasuk kategori tua.

Baca juga
Awali Tahun Macan Air, Pertamina Tajak Tiga Sumur di Blok Rokan

Saat diterima dari PT CPI, produksi yakni sekitar 35 ribu barel per hari dengan luas area 9.866 kilometer persegi. Namun, produksi terus menurun hingga 2021 menjadi 8.455 barel per hari.

“Kita terus mencoba berupaya kerja keras pengeboran dan perawatan sumur. BOB berhasil menahan lajunya penurunan sehingga kurva tidak menukik tajam. Saat ini produksinya 8.455 barel per hari. Di Indonesia produksi nomor 13 tertinggi,” ujarnya.

Ia melanjutkan selama 20 tahun dikelola BOB, tidak ada terjadi korban jiwa akibat kecelakaan kerja. Selain itu, BOB juga telah mengalirkan dana tanggung jawab perusahaan hingga Rp70 miliar seperti untuk pembangunan sekolah dan masjid.

Baca juga
Harga Sawit Anjlok, Gubernur Riau Minta Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO

Sementara itu, Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumatera Bagian Utara Yanil Kholison mengapresiasi peralihan kepada PT BSP yang merupakan BUMD Provinsi Riau. Setelah dari PT CPI ke BUMN PT Pertamina (Persero), saat ini ke BUMD.

“Tahun lalu, Blok Rokan dan tahun ini spesial, BOB akan melepaskan 20 tahun ke BUMD Riau. PT BSP sebulan lagi alih kelola pada 9 Agustus mendatang. Di tengah tantangan situasi lifting yang terus menurun, harus terus diupayakan untuk visi satu juta barel per hari secara nasional tahun 2030,” ungkapnya.

Sekretaris Perusahaan BSP Riki Hariansyah mengatakan saat ini saham terbesar dimiliki Pemerintah Kabupaten Siak sebanyak 72 persen. PT BSP telah menandatangani kontrak pengelolaan Blok CPP 100 persen.

Baca juga
Agar Tak Rugi, Pemprov Riau Dorong Petani Sawit Bermitra dengan Perusahaan

“Kekuatan BSP dalam kontrak yakni memberikan bonus US$10 juta dan komitmen fee US$130 juta. Ini yang membuat negara yakin. Target produksi, kita coba tahun 2030 mencapai 40-an ribu, sehingga juga mendukung pemerintah mencapai 1 juta barel per hari pada tahun 2030,” sebutnya.

 

Tinggalkan Komentar