Sabtu, 03 Desember 2022
09 Jumadil Awwal 1444

Selama Dua Pekan, KAI Tolak 1.867 Pelanggan yang Belum Vaksin Booster

Senin, 22 Agu 2022 - 20:49 WIB
Selama Dua Pekan, KAI Tolak 1.867 Pelanggan yang Belum Vaksin Booster
Manager Humas Kai Daop 8 Surabaya Luqman Arif/Foto:ist

PT Kereta Api (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menolak sebanyak 1.867 pelanggan untuk naik kereta api jarak jauh selama periode 5-21 Agustus 2022, karena tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan.

“KAI secara tegas menolak pelanggan yang tidak memenuhi perjalanan, dan mengarahkan untuk melakukan pembatalan di loket Stasiun,” kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif di Surabaya, Senin (22/8/2022).

Luqman mengatakan, penolakan secara tegas itu pihaknya lakukan sejak pemberlakuan syarat perjalanan melalui Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 80 tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Kereta Api pada tanggal 15 Agustus 2022.

Baca juga
KAI Daop 1 Tutup Empat Perlintasan Liar Rawan Kecelakaan

“KAI Daop 8 Surabaya secara tegas mengawasi para calon pelanggan saat melakukan proses boarding di stasiun keberangkatan. Hal ini dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah dalam mencegah terjadinya penyebaran dan peningkatan penularan COVID-19 di transportasi umum khususnya kereta api,” kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, bagi para calon pelanggan yang akan melakukan perjalanan dengan KA untuk memperhatikan syarat perjalanan.

Syarat itu, antara lain untuk usia 18 tahun ke atas harus telah melakukan vaksin ketiga (booster), namun bagi yang hanya melakukan vaksin kedua dan pertama, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam.

Baca juga
Foto: Jelang Libur Waisak, Penumpang Kereta Api Kembali Meningkat

Sedangkan yang belum divaksin dengan alasan medis, wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam.

Sedangkan untuk usia 6-17 tahun, wajib vaksin kedua, sehingga tanpa perlu menunjukkan hasil negatif screening COVID-19, namun apabila hanya vaksin pertama, maka wajib menunjukkan hasil negatif tes antigen 1×24 jam/ RT-PCR 3×24 jam.

“Bagi yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis, wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah dan hasil negatif tes Antigen 1×24 jam/ RT-PCR 3×24 jam,” kata dia.

Tinggalkan Komentar