Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Selamat Datang Mendag Baru, Ekonom INDEF Sampaikan Sejumlah Tugas Berat

Selasa, 14 Jun 2022 - 22:02 WIB
Selamat Datang Mendag Baru, Ekonom Sampaikan Sejumlah Tugas Berat
Harga sembako mahal harus menjadi perhatian menteri perdagangan (mendag) baru. (Sumber: RM.id).

Terkait jabatan baru yang kabarnya bakal diemban Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan, terdapat sejumlah pekerjaan priotitas. Tak mudah memang, tapi bukan berarti tak bisa diselesaikan.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto, kepada Inilah.com, Selasa (14/6/2022), menyampaikan sejumlah pekerjaan priotitas untuk Mendag baru. “Prioritasnya mengendalikan harga pangan yang trennya masih akan naik. Tidak hanya minyak goreng tetapi juga beberapa komoditas pangan lainnya,” papar Eko.

Dengan kata lain, menurut Eko, ancaman kenaikan harga pangan atau inflasi, masih akan menjadi tantangan utama bagi tim ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka pemulihan ekonomi saat ini.

Baca juga
Minyak Goreng Langka, Tingkat Kepuasan ke Jokowi Anjlok

Ihwal pergantian Mendag dari M Lutfi ke Zulkifli Hasan (Zulhas), diperoleh Inilah.com dari sumber di Istana Presiden, Jakarta, Selasa. Bahkan, pelantikannya sudah ditentukan pada Rabu (15/6/2022) pukul 13.30 WIB.

Zulhas diketahui turut hadir ke Istana. Kabar ini dikonfirmasi oleh Waketum PAN Yandri Susanto. “Sekarang sedang di Istana,” kata Yandri.

Sebelumnya, politisi PAN, Drajad Wibowo menyebutkan, Jokowi bakal merombak kabinet pada Rabu besok yang disebutnya bertepatan dengan Rabu Pahing, Wuku Kuningan. Dia mengaku mendengar informasi Zulhas bakal menjabat menteri. “Saya tidak tahu benar tidaknya. Yang jelas sahabat saya itu belum bicara soal reshuffle,” kata dia.

Baca juga
Dugaan Adanya Kartel, KPPU Bawa Masalah Migor ke Ranah Hukum

Dia melanjutkan, selain satu slot menteri, PAN bakal mendapat satu jabatan Wakil Menteri (Wamen). “Spekulasi sekarang ini bahkan menyebut akan ada nama besar yang diberhentikan dari kabinet, yang mungkin akan memicu efek domino politik nasional,” ujar Ketua Dewan Pakar PAN itu. [ikh]

Tinggalkan Komentar