Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Selandia Baru Bantu Keluarga Berpenghasilan Rendah Beli Mobil Listrik

Selasa, 17 Mei 2022 - 02:05 WIB
Selandia Baru Mobil Listrik
(foto: motor1.com)

Pemerintah Selandia Baru pada Senin (16/5/2022) berjanji akan memberi dukungan keuangan bagi keluarga berpenghasilan rendah untuk mengganti kendaraan bensin dan diesel dengan kendaraan bermesin hybrid atau listrik (EV) sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pemerintah negara itu berencana untuk menghabiskan 569 juta dolar Selandia Baru dalam program uji coba sebagai bagian dari perencanaan yang lebih besar mencakup subsidi bagi bisnis untuk mengurangi emisi, peralihan ke bus ramah lingkungan pada 2035, dan pengumpulan limbah makanan di tepi jalan untuk sebagian besar rumah tangga pada akhir dekade.

“Ini adalah hari penting dalam transisi kami ke masa depan rendah emisi. Kita semua telah melihat laporan terbaru tentang kenaikan permukaan laut dan dampaknya di Selandia Baru. Kita tidak bisa meninggalkan masalah perubahan iklim sampai semuanya terlambat untuk diperbaiki,” kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, seperti dikutip dari Associated Press, Senin.

Baca juga
Michelin Pilot Sport EV jadi Kunci Strategi Balap Formula E

Rencana tersebut merupakan langkah menuju pemenuhan kesepakatan yang dibuat Selandia Baru berdasarkan Paris Agreement 2016 tentang perubahan iklim dan komitmen Selandia Baru untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada 2050.

Ardern, yang dijadwalkan untuk meluncurkan rencana tersebut tetapi dibatalkan setelah dinyatakan positif COVID-19 akhir pekan lalu, mengatakan bahwa setiap komunitas dan sektor memiliki peran untuk berkontribusi. Ia melanjutkan bahwa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil akan membantu rumah tangga dari gejolak kenaikan harga.

Rencana tersebut juga menetapkan target untuk mengurangi total kilometer perjalanan mobil sebesar 20 persen selama 13 tahun ke depan dengan menawarkan pilihan transportasi yang lebih baik di kota-kota serta pilihan untuk pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Baca juga
Wuling Bakal Pasarkan Mobil Listrik Platform GSEV di Indonesia

Program-program tersebut akan menggunakan dana tanggap darurat iklim (CERF) senilai 4,5 miliar dolar Selandia Baru. Pejabat mengatakan bahwa dari waktu ke waktu, uang yang dikumpulkan dari penghasil emisi rumah kaca utama akan mendukung keuangan program daripada uang yang dipungut dari pajak rumah tangga.

Menurut Associated Press, rencana tersebut masih terdapat beberapa detail yang kurang, termasuk rencana penggantian kendaraan berbahan bakar fosil yang menurut pemerintah Selandia Baru akan diselesaikan dalam beberapa bulan mendatang.

Sejumlah kritikus mengatakan upaya pemerintah dapat terus memberikan kemudahan bagi industri pertanian besar di negara itu, yang menciptakan sekitar setengah dari total emisi gas rumah kaca Selandia Baru tetapi juga penting bagi perekonomian sebagai penghasil ekspor terbesar negara.

Baca juga
Anies Luncurkan Kartu Peduli Anak Yatim Akibat COVID-19

“Beberapa kebijakan yang diumumkan, seperti sistem Car Allowance Rebate System, terbukti tidak masuk akal dan telah dicoba serta gagal di luar negeri,” kata pemimpin Partai ACT David Seymour. Menurutnya, konsumen harus dapat memilih bagaimana mereka mengurangi emisi melalui skema perdagangan emisi.

Tinggalkan Komentar