Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Seluruh Matra TNI Kompak Hapus Tes Keperawanan

Kapuskes TNI
Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Budiman saat memberikan keterangan pers di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (13/4/2022). Foto: Antara

Tes keperawanan bagi calon prajurit wanita di seluruh matra TNI yakni, Angkatan Darat, Laut dan Udara resmi tak berlaku lagi. Ketentuan ini dilaksanakan mengikuti instruksi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang menilai keperawanan tidak relevan dengan pendidikan dan penugasan prajurit.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI, Mayjen Budiman, memastikan kebijakan penghapusan tes keperawanan sebagai syarat masuk calon prajurit wanita telah efektif berlaku di tiga matra. Artinya tes keperawanan tak lagi masuk dalam petunjuk teknis (juknis) pemeriksaan badan calon prajurit wanita.

“Sudah efektif diberlakukan untuk seluruh matra, darat, laut dan udara,” kata Budiman, di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Baca juga
Bukan Panglima TNI, KSAD Andika Perkasa Kawal Jokowi Terbang ke Eropa

Budiman menegaskan, ketentuan tersebut merupakan penghormatan hak asasi kepada calon prajurit wanita untuk menjadi calon prajurit. Baik mereka yang sudah tidak perawan karena disengaja maupun tidak, memiliki kesempatan untuk mengikuti tes masuk.

“Untuk tes keperawanan memang sesuai dengan arahan Panglima TNI, bahwa perawan atau tidak perawan seorang wanita tidak berpengaruh dengan pendidikan juga latihan maupun penugasan wanita TNI,” ungkap Budiman.

Budiman tidak bisa memastikan apakah kebijakan baru ini bakal membawa dampak lonjakan pelamar calon prajurit wanita bagi TNI. Dia hanya menegaskan kebijakan ini tidak lagi relevan dalam pelatihan, pendidikan dan penugasan prajurit karena proses seleksi menekankan pada kemampuan intelektual serta fisik yang mumpuni.

Baca juga
Pesawat Jatuh Saat Bawa Wisatawan Lihat Lokasi Garis Misterius

“Itu semua berkaitan dengan kredibilitas yang bersangkutan dan kami memiliki serangkaian tes untuk melihat hal tersebut. Tapi yang jelas masalah itu tidak lagi menjadi hal yang standar yang ada dalam juknis,” kata Budiman.

 

Tinggalkan Komentar