Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Semua Sentimen tak Berpihak pada Laju Bursa Saham Indonesia

Whatsapp Image 2022 01 11 At 14.24.06 - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Analis melihat peluang berlanjutnya pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (26/1/2022). Semua sentimen tak berpihak pada positifnya laju indeks saham domestik mulai dari gejolak di Wall Street dan tensi geopolitik Rusia-Ukraina hingga tren kenaikan kasus baru Omicron.

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, pelaku pasar di Wall Street mengkhawatirkan dampak atas kemungkinan terjadinya Perang Dunia ke-3. “Dampak tersebut menjadi tak terperikan jika Rusia yang dibantu China dan Korea Utara, jadi menyerang atau menginvasi Ukraina yang di back-up atau didukung AS dan negara NATO,” katanya dalam riset dikutip Rabu (26/1/2022).

Pelaku pasar juga, menurut dia, mengkhawatirkan kenaikan suku bunga acuan The Fed atau Fed Fund Rate (US FFR). “Hampir sama dengan pola pergerakan di hari Senin, luar biasa volatilitas Indeks DJIA (Dow Jones Industrial Average) di hari Selasa kemarin,” ujarnya.

Baca juga
Menteri Erick Nyatakan BUMN Siap Bekerja Sama Bangun Eksosistem Kopi

Setelah sempat turun tajam sekitar 820 poin atau 2,39% selama jam perdagangan, akhirnya Indeks DJIA dapat ditutup turun tipis sebesar 66,8 poin atau 0,19%. “Ternyata, nafas penguatan DJIA hanya diberikan satu hari alias hanya shortterm technical rebound,” tuturnya.

Akan tetapi, Edwin menggarisbawahi, nasib kurang beruntung dialami Indeks Nasdaq yang tutup turun cukup tajam sekitar 2,28%.

“Jika dikombinasikan dengan jatuhnya harga Timah sebesar 3,27% dan EIDO (iShares MSCI Indonesia ETF) sebesar 0,39%, semua itu berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan di Bursa Indonesia,” ungkap dia tandas.

Belum lagi dengan semakin naiknya kasus baru akibat Covid-19 di dalam negeri yang membuat level pengetatan naik menjadi PPKM Level 2. “Bahkan, bukan mustahil dinaikkan menjadi PPKM Level 3 jika Korban baru terus meningkat,” tuturnya.️

Baca juga
Kemenkes Tegaskan Omicron Belum Terdeteksi di Indonesia

IHSG berpeluang melanjutkan pelemahan dalam kisaran support 6.496 dan resistance 6.591.

Di atas semua itu, Edwin merekomendasikan jual untuk saham PT Timah Tbk (TINS) dan menyodorkan beberapa saham pilihannya sebagai berikut:

  1. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) dalam kisaran support 2.100 dan resistance 2.320. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 2.210 dengan target harga di 2.320 dan stop-loss di 2.100.
  2. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dalam kisaran support 8.300 dan resistance 9.200. Indikator teknikal menunjukkan sinyal beli. Rekomendasi beli di 8.750 dengan target harga di 9.200 dan stop-loss di 8.300.
  3. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dalam kisaran support 7.375 dan resistance 8.150. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 7.775 dengan target harga di 8.150 dan stop-loss di 7.375.
  4. PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dalam kisaran support 1.340 dan resistance 1.480. Indikator teknikal menunjukkan sinyal neutral. Rekomendasi beli di 1.410 dengan target harga di 1.480 dan stop-loss di 1.340.
  5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dalam kisaran support 830 dan resistance 920. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 875 dengan target harga di 920 dan stop-loss di 830.
  6. Rekomendasi beli juga berlaku untuk saham PT Royal Prima Tbk (PRIM).
Baca juga
Ojol Sindir Karyawan Pertamina yang akan Mogok Kerja

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar