Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Sengketa 4.168 Meter Lahan di Salembaran Jaya Disebut Bagian dari PIK 2

sidang PN Jakut
Sidang Sengketa Lahan Salembaran Jaya

Tanah seluas 4.168 meter wilayah Kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang disebut merupakan kawasan pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Hal itu dikatakan Lukmanul Hakim Dalimunthe dan Suheri Hamid yang merupakan saksi fakta dalam sidang perkara kepemilikan tanah yang diajukan oleh Ahmad Ghozali terhadap Tonny Permana di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dari keterangan para saksi, pihak penggugat maupun tergugat menyatakan keinginan untuk mengecek kebenarannya. “Kita ingin ada pemeriksaaan lokasi, agar bisa lebih jelas semuanya,” kata kuasa hukum Tonny Permana, Hema Anggiat Simanjuntak, Selasa (15/3/2022).

Hema juga meminta majelis hakim mengeluarkan bukti sertifikat dan peta lokasi yang telah diberikan oleh pihaknya.

Baca juga
KPK Siap Terjunkan Tim Cek Kasus Nurhayati yang Jadi Tersangka

Ketua majelis hakim menanyakan kepada Lukmanul, apakah di lahan itu telah dibangun ruko. “Iya yang mulia, ada rukan Osaka,” jawab saksi Lukmanul.

Hakim kembali bertanya, lahan yang dibangun ruko tersebut milik siapa. “Rukannya bukan punya Pak Tonny. Tanahnya saja punya Pak Tonny,” kata Lukmanul.

Menyambung pertanyaan hakim, Retno Purwaningsih selaku kuasa hukum Ahmad Ghozali menanyakan, pihak mana yang membangun ruko tersebut. “Saya tidak tahu. Tapi ada baliho rukan Osaka PIK 2. Iya, baliho reklame itu rukan Osaka,” jawab Lukmanul.

Kemudian saksi Suheri Hamid pun menguatkan pernyataan yang telah dilontarkan oleh Lukmanul sebelumnya. Di hadapan majelis hakim, Suheri mengaku tidak tahu pihak mana melakukan pembangunan. “Saya tidak tahu. Yang jelas di situ ada baliho yang tulisannya PIK 2 dan rukan Osaka,” tambah Suheri.

Baca juga
Pegawai Alfamidi yang Diduga Suap Walkot Ambon Dicari KPK

Usai persidangan, Hema menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi itu aktivitas pembangunan di atas lahan milik Tonny Permana berada di kawasan PIK 2. Namun, pihaknya tak dapat menyimpulkan siapa pihak yang melakukan aktivitas pembangunan di atas lahan itu.

Tinggalkan Komentar