Sabtu, 28 Mei 2022
27 Syawal 1443

Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed Gerus Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS

Cash Withdrawal Indonesian Rupiah Money From Automated Teller Machine - inilah.com
Foto: Istockphoto.com

Sentimen kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed menggerus nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (25/1/2022) pagi.

Rupiah bergerak melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.351 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.335 per dolar AS.

“Pelaku pasar masih mewaspadai hasil rapat kebijakan moneter The Fed di Kamis dini hari pekan ini,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa (25/1/2022).

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,25 persen pada Maret 2022 dan tiga kali lagi menaikkannya hingga menjadi 1 persen pada akhir tahun.
Namun pelaku pasar ada yang berspekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga pada minggu ini meski kemungkinannya relatif kecil.

Baca juga
Umumkan Rencana IPO, GoTo bakal Raup Dana Segar Rp15,2 Triliun

“Indikasi pengetatan moneter yang lebih besar bisa mendorong penguatan dolar AS ke depan,” ujar Ariston.

Dari dalam negeri, lanjut Ariston, kondisi peningkatan jumlah kasus COVID-19 juga masih diwaspadai pelaku pasar seandainya pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang lebih ketat, yang dinilai bisa menekan rupiah.

Pada Senin (24/5) kemarin, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 2.327 kasus sehingga total kasus mencapai 4,29 juta kasus. Khusus untuk varian Omicron telah mencapai 1.406 kasus.

Ariston menilai, walaupun ada sentimen The Fed, rupiah masih bisa bergerak menguat.

“Kemungkinan karena pasar mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil dari sisi inflasi, pandemi dan peluang pemulihan ekonomi ke depan dibandingkan kondisi yang terjadi di AS,” kata Ariston.

Baca juga
Erick Thohir Harus Segera Copot Arief Rosyid dari Komisaris BSI

Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.300 per dolar AS hingga Rp14.380 per dolar AS.

Pada Senin (24/1) lalu, rupiah ditutup menguat tipis 1 poin ke posisi Rp14.335 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.341 per dolar AS.

Tinggalkan Komentar