Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Sentimen Wall Street, Minyak, dan Omicron Buat IHSG tak Nyaman

IHSG tak Nyaman - inilah.com
Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Sentimen negatif di bursa saham datang dari penurunan tajam Wall Street, kenaikan harga minyak yang dapat memicu inflasi global dan melonjaknya kasus baru COVID-19 varian Omicron di Tanah Air. Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun bakal berlanjut.

Kepala riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, tekanan jual di Bursa Indonesia yang mengakibatkan penurunan IHSG berpeluang berlanjut Jumat ini. “Hal ini disebabkan kurang kondusifnya kondisi eksternal dan domestik hari ini,” katanya dalam riset yang rilis Jumat (4/2/2022).

Sentimen negatif dari eksternal, lanjut dia, adalah mulai dari cukup tajamnya kejatuhan indeks di Wall Street. Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 1,45% bahkan Nasdaq turun lebih tajam sebesar 3,74% yang merupakan penurunan terburuk harian sejak September 2020.

Pelemahan tersebut terkontribusi dari tajamnya kejatuhan harga saham Meta/Facebook platform sebesar 26,4%. “Ini terjadi menyusul perkiraan akan turunnya laba perseroan di kuartal mendatang. Begitu juga dengan pendapatan emiten itu yang juga diekspektasikan akan turun,” tuturnya. “Kondisi ini diperparah dengan turunnya harga saham Snap sebesar 23,6% dan saham Twitter anjlok 5,5%.”

Baca juga
Menko Airlangga: Program JKP untuk Korban PHK Berlaku Sejak Februari 2022

Sentimen negatif lain datang dari naiknya harga minyak sebesar 2,38% ke level US$90 per barel. “Secara umum kenaikan ini dapat memicu kenaikan inflasi global di tengah semakin meningkatnya tensi geopolitik antara Ukraina vs Rusia,” papar dia. “AS mengirim 3000 tentara ke Polandia, Rumania dan Jerman.”

Sentimen negatif lainnya adalah naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun mendekati level 2% sebagai antisipasi akan naiknya suku bunga acuan The Fed (US FFR).

Tak kalah sengitnya adalah kondisi negatif datang dari dalam negeri menyusul terus naiknya angka Korban Baru Covid-19 secara cepat. Korban baru akibat Covid-19 bahkan bisa mencapai 100 ribu hingga 150 ribu orang per hari.

Baca juga
Tahun Depan, Perekonomian Indonesia Diramalkan Gagal Target

“Sentimen ini terjadi di tengah rencana kenaikan harga Pertamax dan antisipasi kenaikan suku bunga acuan BI atau BI 7DRR,” tuturnya.

IHSG berpeluang melaju dalam kisaran support 6.588 dan resistance 6.703.

Saham-saham Pilihan MNC Sekuritas

Lebih jauh Edwin merekomendasikan beberapa saham pilihan sebagai bahan pertimbangan para pemodal. Saham-saham tersebut adalah:

  1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dalam kisaran support 540 dan resistance 600. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 560 dengan target harga di 600 dan stop-loss di 540.
  2. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dalam kisaran support 945 dan resistance 050. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 995 dengan target harga di 1.050 dan stop-loss di 945.
  3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dalam kisaran support 680 dan resistance 760. Indikator teknikal menunjukkan sinyal neutral. Rekomendasi beli di 720 dengan target harga di 760 dan stop-loss di 680.
  4. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dalam kisaran support 900 dan resistance 1.000. Indikator teknikal menunjukkan sinyal buy. Rekomendasi beli di 950 dengan target price di 1.000 dan stop-loss di 900.
  5. PT Royal Prima Tbk (PRIM) dalam kisaran support 400 dan resistance 450. Indikator teknikal menunjukkan sinyal strong buy. Rekomendasi beli di 420 dengan target harga di 450 dan stop-loss di 400.
  6. Rekomendasi beli saham-saham lainnya adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Baca juga
Utang Jokowi Buat Cadangan Devisa April Tekor 139,1 Miliar Dolar AS

Disclaimer: Pelajari dengan teliti sebelum membeli atau menjual saham. Inilah.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor.

Tinggalkan Komentar