Selasa, 17 Mei 2022
16 Syawal 1443

Seorang Ibu Meninggal Saat Hendak Antre Minyak Goreng di Kalimantan Timur

Meninggal Minyak Goreng
Lokasi kejadian saat seorang ibu meninggal saat hendak antre minyak goreng. (dok. Polres Berau)

Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, bernama Sandra (41), jatuh pingsan dan kemudian meninggal dunia saat hendak mengantre minyak goreng di depan gerai minimarket di Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu (12/3/2022) pagi.

Korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai Tanjung Redeb, namun ternyata diketahui sudah meninggal dalam perjalanan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.40 WITA. Korban keluar dari rumah berjalan kaki kurang dari 100 meter menuju minimarket. Saat menyeberang jalan dan tiba di depan minimarket, korban pingsan di trotoar.

Dari keterangan suaminya bahwa korban memiliki riwayat penyakit asma, dan sebelum berangkat ke lokasi minimarket, ia sempat mengeluh sakit dada.

Baca juga
Waktu Masa Karantina Dipangkas Jadi 3 Hari

Ketika korban jatuh pingsan, ibu-ibu yang berada di lokasi kejadian sempat merekam detik-detik momen tersebut ketika mereka mengantre minyak goreng. Video itu bahkan viral dan tersebar di media sosial.

Dalam video berdurasi 31 detik itu, terlihat korban telah terjatuh di halaman parkir minimarket tersebut. Di awal video, seorang ibu sempat terdengar berkata ‘Viralkan ini’.

Penjelasan Polisi terkait meninggalnya korban

Kapolres Berau AKPB Anggoro Wicaksono saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya menerangkan, yang bersangkutan tengah mengantre minyak goreng di minimarket.

“Kejadian tadi pagi, yang bersangkutan baru tiba sekitar 10 menit, saat hendak antre ibu tersebut batuk-batuk dan terjatuh lalu kejang-kejang,” ucapnya.

Baca juga
Minggu, Sebagian Jakarta Diperkirakan Hujan dari Pagi hingga Sore

Anggoro menjelaskan, korban meninggal diduga akibat mengidap penyakit asma. Menurutnya, korban dinyatakan meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.

Saat kejadian, lanjut Anggoro, situasi yang menjadi tempat mengantre tersebut tidak begitu padat dan tidak terjadi desak-desakan. Hal itu dikarenakan minimarket tersebut masih keadaan tutup.

Usai dinyatakan meninggal korban pun langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan visum terhadap jenazah.

Diketahui, kelangkaan minyak goreng terjadi di berbagai daerah. Kementerian Perdagangan mengklaim ini akibat panic buying masyarakat. Padahal, sejumlah bukti menunjukkan stok langka di pasar.

Selain itu, polisi menemukan berbagai penimbunan stok di sejumlah gudang. Namun, aparat tak menjerat pengusaha dengan alasan administrasi.

Tinggalkan Komentar