Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Seribu Buruh Bakal Geruduk Kantor Menaker Ida Hari Ini

Seribu Buruh Bakal Geruduk Kantor Menaker Ida Hari Ini
Seribu Buruh Bakal Geruduk Kantor Menaker Ida Hari Ini

Ribuan buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal menggeruduk kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) hari ini, Rabu (16/2/2022).

Mereka menuntut Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 yang mengatur Jaminan Hari Tua (JHT) baru bisa cair di usia 56 tahun dicabut.

Dalam surat nomor: 048/DEN-KSPI/II/2022, Presiden KSPI Said Iqbal, sebanyak 1.000 buruh akan terlibat dalam demonstrasi tersebut. Mereka juga menuntut agar Ida Fauziyah mundur dari jabatan Menteri Tenaga Kerja.

Selain kantor Kemnaker, aksi juga akan berlangsung di kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan serta kantor Dinas Tenaga Kerja dan kantor wilayah BPJS Ketenagakerjaan di masing-masing wilayah.

Baca juga
Wali Kota Padang Minta Pelaku Kekerasan Seksual Anak Dihukum Berat

“Tuntutan: 1. Cabut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. 2. Copot Menteri Ketenagakerjaan,” sebagaimana tertulis dalam surat tersebut.

Permenaker 2/2022 mengatur bahwa JHT cair kepada peserta jika telah mencapai usia pensiun, mengalami cacat total tetap, dan meninggal dunia.

Selain itu, manfaat JHT juga berlaku pada peserta yang berhenti bekerja seperti mengundurkan diri, terkena pemutusan hubungan kerja. Dan peserta yang meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya. Namun, itu baru bisa cair ketika sudah berusia 56 tahun.

Menaker Ida Fauziyah meneken aturan itu pada 2 Februari dan sah menjadi undang-undang pada 4 Februari 2022.

Baca juga
Kalau Pemilu 2024 Ditunda, Partai Buruh Siap Motori Gerakan People Power

Peraturan berlaku tiga bulan sejak sah menjadi undang-undang dan secara otomatis mencabut Permenaker Nomor 19 Tahun 2015.

Peraturan itu menuai protes keras dari publik. Sebab, dalam aturan sebelumnya, yakni Permenaker 19/2015, JHT langsung cair kepada peserta yang mengundurkan diri dan cair secara tunai setelah melewati masa tunggu 1 bulan terhitung sejak tanggal surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan.

Sejauh ini, sudah ada satu pemohon yang menggugat aturan tersebut ke Mahkamah Agung (MA).

Tinggalkan Komentar