Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Sering Dijadikan Penipuan Online, Oxone Lapor Polisi, Kasusnya Ditangani Polres Jakarta Utara

Minggu, 19 Sep 2021 - 06:37 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Sering Dijadikan Penipuan Online, Oxone Lapor Polisi, Kasusnya Ditangani Polres Jakarta Utara - inilah.com
Sering Dijadikan Penipuan Online, Oxone Lapor Polisi, Kasusnya Ditangani Polres Jakarta Utara

Kesal produknya dijadikan ajang penipuan online (cyber crime), Oxoneonline melaporkan akun-akun bodong media sosial ke polisi atas tindak pidana manipulasi data elektronik sesuai UU ITE.

“Diantaranya akun Instagram oxone_store.indonesia, akun Instagram OXONE OFFICIAL STORE, akun Instagram oxone.indonesia, akun Instagram oxone.official.store dan saat ini proses penyidikan perkara tersebut ditangani oleh Polres Metro Jakarta Utara,” kata Sahala Panjaitan dari Law Office Sahala & Partners yang berkantor di Jl Mangga Besar Raya No.42 D Tamansari, Jakarta Barat selaku kuasa hukum Oxone kepada wartawan, Sabtu (18/9/2021).

Modus akun media sosial bodong tersebut, beber Sahala, seperti membuat akun medsos Instagram bodong, membuat nama akunnya Oxone, membeli followers yang banyak sehingga terlihat meyakinkan. Bahkan foto produk yang terdisplay di akun bodong tersebut memakai foto dari akun resmi dan harganya jauh lebih murah. Setelah korban tertarik, korban diarahkan chat via Whatsapp penipu dan korban mentransfer uang ke rekening penipu, setelah itu korban diminta harus mentransfer uang lagi dengan alasan barang tertahan di Bea Cukai karena produk yang dibeli adalah barang illegal, jika tidak ditransfer barang tidak akan dikirim.

Baca juga
Firli Bahuri Jawab Kritik Baliho Wajahnya Mejeng di Pinggir Jalan

“Korban menyadari telah ditipu setelah permintaan Resi Pengiriman diabaikan penipu, nomor Whatsapp penipu sudah tidak aktif dan barang tak pernah diterima korban,” ungkapnya.

Ancaman pidana penjara dengan pasal berlapis yang dapat menjerat pemilik akun media sosial bodong yang sudah sangat meresahkan. Ancaman pidana membuat akun palsu/bodong dengan tujuan agar informasi akun tersebut dianggap asli bisa diartikan sebagai manipulasi data melalui media elektronik sesuai Pasal 35 jo Pasal 51 UU ITE pelaku dapat dihukum penjara 12 tahun dan denda Rp.12.000.000.000,- (dua belas milyar rupiah), ancaman pidana memberikan informasi tidak benar dan menyesatkan yang menimbulkan kerugian terhadap konsumen sesuai Pasal 45A UU ITE pelaku dapat dihukum penjara 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) serta tindak pidana pencucian uang  dengan cara menampung, menerima transfer atau mengalihkan uang hasil kejahatan sesuai Pasal 3, 4 dan 5 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang pelaku dapat dihukum penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda Rp.1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) s/d Rp.10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah).

Baca juga
Gaya Hidup Bupati Abdul Gafur Disorot, Naik Jet Pribadi Sambil Disuapin

Sahala mengajak konsumen agar lebih jeli dalam bertransaksi online. Konsumen harus curiga jika menemukan harga produk sangat murah dan wajib melakukan stalking atau menelusuri akun media sosial penjual. Dikatakan, penipuan melalui akun media sosial bodong memiliki ciri kolom komentar di akun media sosial dinonaktifkan, informasi produk setiap postingan minim, followers fiktif. Selain itu, konsumen juga dapat memeriksa jumlah followers dengan jumlah like dan komen pada postingannya, permintaan resi pengiriman diabaikan, Setelah ditransfer, penipu minta korban transfer lagi dengan alasan barang tertahan di Bea Cukai.

“Kami mengedukasi konsumen setia Oxone dalam berbelanja online produk Oxone melalui tips aman, diantaranya melalui akun resmi. Pastikan keaslian foto barang, jangan tergiur dengan harga jual produk sangat murah, dan pastikan pembayaran aman, serta transaksi dengan pihak Oxone hanya menggunakan rekening a.n PT Octa Utama. Berhati-hati jika harus melakukan transfer ke rekening pribadi,” bebernya.

Tinggalkan Komentar