Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Sesar Baribis yang Lintasi Selatan Jakarta Bisa Sebabkan Gempa Besar

Jumat, 25 Nov 2022 - 02:04 WIB
Sesar Baribis Jakarta
Wilayah selatan Jakarta dan sekitarnya menjadi sangat rentan terhadap gempa bumi yang cukup besar di masa depan karena Sesar Baribis barat terkunci. (foto: ilustrasi)

Sebuah studi dari tim ilmuwan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa sepanjang Sesar Baribis di barat laut Jawa mungkin aktif. Aktivitas seismik di wilayah timur secara signifikan lebih tinggi daripada di barat, sementara di wilayah selatan Jakarta menunjukkan adanya tingkat kompresi tinggi.

Menurut laporan tersebut, wilayah selatan Jakarta dan sekitarnya menjadi sangat rentan terhadap gempa bumi yang cukup besar di masa depan karena Sesar Baribis barat terkunci. Itu bisa terjadi ketika akumulasi energi regangan elastis akhirnya dilepaskan.

Penelitian ini dilakukan oleh Guru Besar ITB Prof Sri Widiyantoro sebagai penulis pertama dan P Supendi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi penulis kedua.

Penelitian juga melibatkan sejumlah ilmuwan ITB lain bersama dengan peneliti dari Department of Earth Sciences di University of Cambridge Inggris dan PT Reasuransi Maipark.

Laporan penelitian tersebut juga telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature Scientific Report dengan judul ‘Implications for Fault Locking South of Jakarta from an Investigation of Seismic Activity Along the Baribis Fault, Northwestern Java, Indonesia’.

Sebelumnya, para peneliti juga telah mempublikasikan tentang pemantauan gempa di Sesar Baribis dekat Jakarta pada tahun 2021 dengan judul ‘Earthquake Monitoring of the Baribis Fault Near Jakarta, Indonesia, Using Borehole Seismometers’ di jurnal Geoscience Letters edisi 31 Desember 2021.

Baca juga
Foto: PPKM Level 2 Jakarta Kembali Diperpanjang hingga 21 Maret 2022

Dalam penelitian itu, para peneliti menyebutkan bahwa pengaturan geologi di Jakarta dan sekitarnya masih kurang dipahami. Namun itu adalah salah satu dari sedikit tempat di Indonesia yang terkena dampak gempa baik dari zona subduksi Jawa dan sesar aktif di darat.

Oleh karena itu, para peneliti melakukan percobaan seismik lubang bor untuk merekam aktivitas seismik pada Sesar Baribis. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk menentukan apakah patahan ini aktif secara seismik.

Dalam laporannya, peneliti menulis, secara signifikan generasi peta bahaya nasional Indonesia saat ini belum mempertimbangkan kegempaan di sepanjang Sesar Baribis.

Baca juga
Foto: Potret Aksi Demo Buruh Tolak UMP DKI Jakarta Tahun 2022 di Balai kota Jakarta

“Oleh karena itu, hasil baru kami menyerukan penilaian ulang yang mendesak dari bahaya seismik di barat laut Jawa yang dengan hati-hati memperhitungkan Sesar Baribis dan potensi gempanya,” tulis peneliti.

“Terutama mengingat kedekatannya dengan Jakarta, sebuah kota besar yang terletak di jantung salah satu pulau terpadat di dunia.”

Sesar Baribis Jakarta

Untuk diketahui, kota-kota besar di bagian barat laut Jawa, seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta ditopang oleh medan geologis yang kompleks yang pada akhirnya muncul dari pertemuan Lempeng Australia dan Lempeng Eurasia di sepanjang Palung Jawa.

Di wilayah ini, Lempeng Australia subduksi ke mantel atas pada sudut yang curam dan gempa bumi yang terjadi di sepanjang megathrust subduksi terkait dapat menimbulkan bahaya terbesar bagi kota-kota terdekat.

Namun, kota-kota ini juga rentan terhadap gempa bumi yang disebabkan oleh patahan kerak aktif lain selain sesar Baribis yang melintasi wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Seperti Sesar Cimandiri, Sesar Lembang, Sesar Garut, dan Sesar Cipamingkis.

Baca juga
Rumah Rusak di Pandeglang Akibat Gempa Jadi 1.699 unit

Dijelaskan, dalam studi ini, para peneliti mengeksploitasi data pengamatan sepanjang Sesar Baribis di barat laut Jawa untuk menemukan gempa proksimal menggunakan teknik relokasi relatif. Mereka memperkirakan besaran momennya menggunakan metode pemasangan spektral dan menghitung mekanisme fokusnya melalui inversi bentuk gelombang.

“Kami mengamati bahwa seismisitas di bagian timur patahan secara signifikan lebih tinggi daripada di barat, di mana studi GPS sebelumnya di wilayah selatan Jakarta menunjukkan adanya tingkat kompresi yang tinggi,” tulis peneliti.

Tinggalkan Komentar