Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Setelah AS, Kini Inggris Larang Penggunaan Kamera Buatan China

Jumat, 25 Nov 2022 - 03:09 WIB
Setelah AS, Kini Inggris Larang Penggunaan Kamera Buatan China Beredar
Departemen Kemanan Inggris melanggar penggunaan kamera buatan China. (Foto: Reuters)

Pemerintah Inggris telah menginstruksikan kepada seluruh departemen di pemerintahan untuk tidak menggunakan kamera buatan perusahaan China. Keputusan ini Inggris ambil untuk mengantisipasi adanya kebocoran keamanan di dalam negeri.

Menteri koordinator Oliver Dowden telah menyampaikan instruksi ini kepada parlemen Inggris. Dengan keluarnya instruksi, pemerintah menginstruksikan seluruh peralatan kamera pengawas buatan China yang saat ini melekat harus dicopot. Hal ini pemerintah lakukan untuk alasan keamanan negara saat ini dan di masa depan.

“Evaluasi tersebut telah menyimpulkan bahwa mengingat ancaman terhadap Inggris dan meningkatnya kemampuan dan konektivitas sistem ini, diperlukan kontrol tambahan,” kata Dowden seperti dikutip Reuters, Kamis (24/11/2022).

Baca juga
Puan Hadiri IPU ke-143 di Madrid, Dubes Najib Beri Dukungan Penuh

Dia mengatakan departemen di pemerintahan Inggris telah diinstruksikan untuk mencopot dan menghentikan penyebaran peralatan buatan China. Tak hanya produk asli China saja yang Inggris larang, tetapi produk dari perusahaan-perusahaan yang tunduk pada Undang-Undang Intelijen Nasional Republik Rakyat Tiongkok juga tidak diperkenankan.

“Karena pertimbangan keamanan selalu diutamakan di sekitar situs ini, kami mengambil tindakan sekarang untuk mencegah terjadinya risiko keamanan,” katanya.

Inggris bukan negara satu-satunya yang melarang penggunaan produk buatan China. Sebab Amerika Serikat (AS) sebelumnya juga sudah melarang ribuan peralatan telekomunikasi China beredar di negaranya. Bahkan larangan ini AS tuangkan dalam Undang-undang pertahanan mereka.

Baca juga
Ini Alasan Tak Boleh Nyalakan Lampu Hazard Saat Hujan

Alasan pelarangan produk buatan China ini AS lakukan karena pertimbangan keamanan negara. Hal ini sama dengan yang Inggris lakukan saat ini dengan mempertimbangan alasan keamana negara.

Meski tidak merinci lebih detail soal maksud kemanan negara ini. Namun secara tersirat ini masih terkait dengan perang dagang antara AS dengan China pada era kepemimpinan Donald Trump.

Tinggalkan Komentar