Senin, 28 November 2022
04 Jumadil Awwal 1444

Setelah GoTo Giliran Ruangguru, Tsunami PHK Masuk Indonesia

Sabtu, 19 Nov 2022 - 13:00 WIB
Giliran Ruangguru lakukan PHK terhadap ratusan karyawannya.

Ekonom senior Anthony Budiawan menyebut tsunami PHK menyerang Indonesia. Satu per satu perusahaan rintisan alias start-up tumbang. Setelah GoTo, giliran Ruangguru lakukan PHK.

Dikutip dari akun twitter pribadi @AnthonyBudiawan, Jakarta, Sabtu (19/11/2022), Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) itu kaget dengan informasi startup edutech Ruangguru melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Dia menyematkan laporan dari portal berita nasional terkait keputusan Ruangguru mem-PHK ratusan karyawannya. Alasannya, situasi pasar global yang terus memburuk secara drastis. “Tsunami PHK menerjang Indonesia, juga melindas ruangguru yang pernah menikmati ‘rejeki’ di masa pandemi, terpilih sebagai mitra Program Kartu Prakerja yg mempunyai anggaran puluhan triliun: tapi kenapa masih bisa PHK? Apakah nilai proyeknya kurang besar,” tulis Anthony.

Baca juga
Indonesia Boyong 10 Startup ke Ajang SXSW 2022

Selain itu, dirinya mempertanyakan janji Ruangguru akan menyumbangkan pendapatannya sebagai mitra platform digital kartu prakerja kepada negara. “Akan disumbangkan kepada negara untuk membantu penanganan Covid-19”. Apa sudah diterima? Berapa? Apa sudah dapat persetujuan DPR? Wajib diusut: fishy!” tegas Anthony.

Sementara itu, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah yang juga Ketua Bappilu Partai Buruh, mengaku belum mendapat informasi terkait PHK di industri startup. Baik Goto maupun Ruangguru. “Kebetulan belum dapat info. Tetapi beginilah, kami meminta pemerintah meminta laporan keuangan mereka yang PHK itu. Laporannya dua tahun  terakhir ya,” tuturnya.

Baca juga
PEPS: Suara IMF Bak Suara Rakyat, Rupiah Bakal Melemah Panjang

Dia khawatir, industri stratup punya niat busuk yakni memPHK pekerja tetap untuk digantikan pekerja baru dengan sistem kontrak. “Selama ini, modusnya begitu. Karyawan tetap di-PHK untuk diganti pekerja baru dengan sistem kontrak atau outsourcing. Untuk menekan pengeluaran dengan menzalimi buruh,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar