Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Setop Proyek Mubazir, Fuad: Awas Krisis di Akhir 2022 atau Awal 2023

Jumat, 22 Jul 2022 - 20:26 WIB
Setop Proyek Mubazir, Fuad: Awas Krisis di Akhir 2022 atau Awal 2023
Mantan Menteri Keuangan era Orba, Fuad Bawazier. (Viva).

Terkait peluang Indonesia ‘tersengat’ krisis ekonomi, mantan Menteri Keuangan era Orba, Fuad Bawazier punya prediksi yang bikin miris.Bergantung kapan harga komoditas unggulan Indonesia anjlok.

Kepada Inilah.com, Jakarta, Jumat (22/7/2022), Fuad menyebut, Indonesia harus bersyukur dikarunia kekayaan alam berupa kelapa sawit dan batubara. “Saat ini, ekonomi Indonesia tertolong sawit dan batubara. Kalau enggak punya itu, sudah krisis sejak lama. Tapi, sampai kapan harga kedua komoditas itu masih bagus,” ungkap Fuad.

Saat ini, lanjut Fuad, perekonomian AS dan China mulai goyang. Khusus China yang menjadi mitra dagang strategis Indonesia mengalami penurunan ekonomi dalam dua kuartal yang serius. Kuartal I-2022, perekonomian China tumbuh 4,8 persen. Jauh dari konsensus pasar 1 persen. Sementara kuartal II-2022, ekonomi China terjun bebas hingga tersisa 0,4 persen.

“Kalau resesi global terjadi, otomotis permintaan akan komoditas Indonesia turun. Artinya harga hancur. Artinya, penerimaan negara terjun bebas. Ini yang kita khawatirkan. Kalau tidak terjadi sih ya Alhamdulillah,” terang Fuad.

Baca juga
Pemerintah Malaysia Audit Produsen Minyak Goreng Bersubsidi

Kapan terjadinya? Fuad memperkirakan waktunya bisa akhir 2022, atau awal 2022. Mumpung masih ada waktu, Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) perlu mengetatkan ikat pinggang. Tunda proyek-proyek yang belum perlu, alihkan untuk subsidi.

“Kalau proyeknya apa ya bisa ditunda, saya kira semua orang tahu. Proyek-proyek yang enggak perlu, sebaiknya ditunda. Alihkan danya untuk subsidi. Rakyat dikasih duit pasti untuk belanja. Artinya ada perputaran uang, perekonomian bergerak,” ungkapnya.

Ditanya apa proyek era Jokowi yang layak ditunda, Fuad kembali tak mau menjawab tegas. Namun, beberapa waktu lalu, dia rajin mengkritik proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan proyek kereta cepat China Jakarta-Bandung.

Tinggalkan Komentar