Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Setoran Lelang Aset Korupsi Triliunan Sangat Kecil, Pengamat: Jangan Terulang Seperti BPPN

Selasa, 19 Okt 2021 - 12:09 WIB
Setoran Lelang Aset Korupsi Triliunan Sangat Kecil, Pengamat: Jangan Terulang Seperti BPPN - inilah.com
(ist)

Pengamat Keuangan Achmad Deni Daruri mempertanyakan minimnya hasil lelang aset koruptor PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang hanya Rp11,697 miliar. Harusnya, minimal 40% dari nilai aset yang disita Kejaksaan Agung Rp18,4 triliun.

Kata Deni kepada INILAHCOM, Selasa (19/10/2021), lelang aset dari skandal Jiwasrayagate ini, bisa lebih tinggi lagi. Jangan sampai, preseden BPPN yang menorehkan angka recovery aset obligor BLBI hanya 15% terulang dalam kasus ini.  “Kita berharap bisa lebih tinggi lagi. Saat ini, negara lagi butuh uang banyak lho. Jangan terulang kasus BPPN, recovery asetnya cuman 15 persen,” tegas Deni.

Faktor pandemi COVID-19, kata Deni, memang berdampak kepada harga. Lantaran melemahnya daya beli, bisa jadi memengaruhi perolehan lelang. “Namun kita percaya banyak orang baik di kejagung. Memang hasil lelangnya perlu dimaksimalkan, hak tagih dan eksekusi dipercepat,” ungkapnya.

Baca juga
Foto: KPK OTT Bupati Kuantan Singingi

Merujuk pernyataan Deni, maka, lelang aset kasus Jiwasraya minimal 40% dari nilai aset yang disita Kejagung sebesar Rp18,4 triliun, yakni sekitar Rp7,36 triliun.  

Terkait informasi ini, Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, belum ada uang yang disetorkan karena masih proses pelelangan. “Terkait pemberitaan Kejaksaan Agung telah menyetor Rp 11,697 Miliar ke kas negara dalam kasus korupsi di perusahaan PT Asuransi Jiwasraya, bersama ini kami sampaikan masih dalam proses lelang dan sedang berjalan appraisal dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL),” kata Leonard, Selasa (19/10/2021).

Menariknya, Leonard meralat pernyataan Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung, Elan Suherlan sebelumnya, bahwa aset lelang telah dieksekusi dan disetorkan ke kas negara senilai Rp11,697 miliar. Waduh, mana yang benar nih?

Tinggalkan Komentar