Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Sheikh Mohammed bin Zayed jadi Presiden Baru UEA

Presiden UEA
Presiden baru UEA Sheikh Mohammed bin Zayed (ist)

Pemimpin de facto Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan terpilih sebagai presiden negara Teluk Arab itu, satu hari setelah saudara tirinya, Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed wafat.

Mengutip Reuters, Minggu (15/5/2022), Sheikh Mohammed bin Zayed, yang dikenal sebagai MBZ, dipilih sebagai Presiden UEA oleh dewan agung federal pada Sabtu (14/5/2022). Dewan tersebut terdiri dari para pemimpin tujuh emirat di federasi UEA.

“Kami mengucapkan selamat baginya dan berjanji untuk setia kepadanya, demikian pula dengan rakyat kami,” kata pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, yang juga merupakan wakil presiden dan perdana menteri UEA.

Baca juga
Seorang Ayah Perkosa Anaknya yang Sedang Sakit Hingga Tewas

MBZ (61 tahun) telah selama bertahun-tahun memegang kekuasaan di belakang layar. Ia juga memimpin penataan kembali Timur Tengah, yang menciptakan poros baru anti Iran dengan Israel.

Jabatan sebagai presiden memperkuat posisi MBZ sebagai penguasa negara penghasil minyak pada keanggotaan OPEC serta sebagai pemain kunci di kawasan.

Ia dipilih sebagai presiden pada saat hubungan lama yang terjalin antara UEA dan AS memburuk terkait sikap AS yang dianggap tidak mau terlibat dengan kekhawatiran soal keamanan yang dirasakan negara-negara sekutunya di Teluk.

MBZ juga muncul sebagai presiden pada saat negara-negara Barat berupaya menggalang dukungan dari kawasan itu untuk ikut mengucilkan Rusia terkait konflik Ukraina.

Baca juga
Foto: MRT Jakarta Kembangkan Kawasan Berorientasi Transit (TOD)

UEA, yang merupakan pusat perdagangan dan pariwisata, telah memperkuat hubungannya dengan Rusia dan China.

Penguatan berlangsung ketika hubungan politik AS dengan UEA dan Arab Saudi memburuk akibat perbedaan sikap menyangkut perang Yaman, masalah Iran, serta syarat-syarat pembelian persenjataan AS.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah berupaya untuk memperbaiki hubungan dengan Saudi dan UEA –negara-negara kelas berat penghasil minyak.

Kedua negara itu tidak mau menyatakan keberpihakan terkait konflik Rusia-Ukraina serta menolak permintaan negara-negara Barat agar memompa lebih banyak minyak untuk membantu menurunkan harga minyak mentah.

Tinggalkan Komentar