Sherpa Meeting Presidensi G20 Indonesia Angkat Keragaman Budaya Indonesia

Sherpa Meeting Presidensi G20
Sherpa Meeting Presidensi G20 - ist

Kemenko Perekonomian menggelar pertemuan Sherpa pertama pada tanggal 7 – 8 Desember yang lalu di Jakarta sebagai bagian dari Panitia Nasional Presidensi G20 Indonesia.

Pertemuan Pertama Tingkat Sherpa G20 ini merupakan pertemuan pembuka dari seluruh rangkaian pertemuan Presidensi G20 Indonesia yang diselenggarakan di masa pandemi.

Sekretaris Kemenko Perekonomian mengatakan, pertemuan Sherpa pertama dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dengan menerapkan expanded bubble (sistem bubble yang diperluas) yang meliputi sejak kedatangan delegasi di bandara hingga hotel tempat delegasi menginap dan lokasi pertemuan.

Pertemuan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diisi kegiatan rapat diselingi pertunjukan budaya berupa tarian tradisional Indonesia.

Baca juga  Muhammadiyah Dorong Pemerintah Pikirkan Second Track Diplomacy

“Persembahan cultural event tersebut selain dalam rangka menyambut delegasi G20 yang hadir juga bertujuan mengangkat keanekaragaman budaya Indonesia kepada para delegasi Sherpa G20. Untuk mempersembahkan acara tersebut, Kemenko Bidang Perekonomian menyambut baik dukungan dari BUMN, seperti Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebagai mitra,” katanya dalam kesempata terpisah, Jumat (10/12/2021).

Selain menghadirkan gelar tari tradisional, panitia penyelenggara juga menyajikan iringan gamelan bali secara live yang menambah nuansa pada malam itu benar-benar bertema nusantara.

“Kemenko Bidang Perekonomian selaku Kantor Sherpa G20 Indonesia akan melaksanakan empat kali pertemuan tingkat Sherpa, yakni satu pertemuan pada tahun 2021 sebagai pembuka dari Presidensi G20 Indonesia dan tiga pertemuan pada tahun 2022 untuk mendiskusikan perkembangan agenda Presidensi G20 Indonesia dan penyusunan Leaders Declaration sebagai deliverables dari KTT Presidensi G20 Indonesia,” paparnya.

Baca juga  Presiden Jokowi Dorong Pemimpin G20 Gercep Pulihkan Ekonomi Dunia

“Kemenko Perekonomian berencana mengadakan pertemuan Sherpa tidak hanya di Jakarta dan Bali namun juga menjangkau daerah lainnya di Indonesia,” imbuhnya.

Presidensi G20 Indonesia sendiri dimulai pada 1 Desember 2021 dan berakhir pada 30 November 2022 dimana rangkaian pertemuan pada Presidensi G20 Indonesia terdiri dari KTT G20, pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, dan pertemuan tingkat Engagement Group.

“Dalam pelaksanaannya, pertemuan Sherpa berperan penting untuk mendukung pengambilan keputusan tingkat tinggi pada pertemuan puncak KTT yang dihadiri oleh Presiden/Kepala Negara anggota G20,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar