Senin, 05 Desember 2022
11 Jumadil Awwal 1444

Sidak Badan Pangan dan 2 Menteri Temukan Beras Medium Lampaui HET

Senin, 03 Okt 2022 - 22:23 WIB
(Dokumentasi) Badan Pangan Nasional bersama Mendag Zulkifli Hasan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memantau harga beras di Jakarta, Senin (3/10/2022) lalu (Foto: Humas Kemendag)

Per 30 September 2022, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) memantau pergerakan harga beras kelas medium sudah di atas HET Rp9.450 per kilogram (kg).

Tepatnya, kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, harga beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), mencapai Rp 9.834 per kg. Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp9.450 per kg.

“Hal ini tidak bisa dihindari karena pupuk, biaya tanam, dan biaya distribusi juga naik. Tetapi harusnya tidak terlalu tinggi kenaikannya. Untuk itu, membutuhkan respon cepat dan penanganan bersama seluruh stakeholder agar di bulan Oktober ini harga beras di tingkat konsumen dapat kembali turun sesuai HET,” ucap Arief sidak ke PIBC bersama Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Ketua Komisi IV DPR, Sudin, Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi, serta Satuan Tugas Pangan Polri, Bulog, ID FOOD, dan Dinas Pemprov DKI Jakarta, Senin (3/10/2022)

Baca juga
Badan Pangan Nasional dan Mendag Zulhas Kompak Kurangi Impor Pangan

Dia bilang, upaya yang akan terus digenjot guna stabilisasi harga beras adalah dengan meningkatkan pelaksanaan operasi pasar atau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) melalui Perum Bulog. Di mana, KPSH merupakan bentuk intervensi pemerintah dengan menyalurkan stok beras pemerintah kepada pedagang atau konsumen dengan harga terjangkau di bawah HET.

Dalam program KPSH di PIBC misalnya, stok beras pemerintah melalui Bulog disalurkan kepada pedagang, kemudian didistribusikan kepada konsumen dengan harga Rp8.900 per kg untuk beras medium.

Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah memiliki perhatian serius terhadap perkembangan harga beras mengingat pengaruh beras terhadap inflasi relatif tinggi, yaitu sebesar 3,33 persen.

Baca juga
Siasat Badan Pangan Nasional Stabilkan Harga dan Jaga Pasokan di Aceh

Oleh karena itu, langkah yang sudah dilakukan diantaranya memenuhi permintaan pasokan beras bagi para pedagang di seluruh pasar yang ada di Indonesia, melalui Bulog. “Kita minta peran aktif dari Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga, dengan memberikan jaminan harga standar melalui subsidi apabila mulai ada tanda-tanda gejolak harga,” papar Mendag Zulhas, sapaan akrabnya.

Sedangkan, Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan, upaya turun bersama memantau kondisi pangan merupakan langkah yang baik untuk mengetahui apakah permasalahan itu terkait suplai, aksesibilitas, atau koordinasi.

Dia memastikan, Kemenhub berkomitmen mendukung pendistribusian pangan baik beras atau komoditas lainnya ke berbagai wilayah di tanah air melalui Tol Laut.

Baca juga
Harga Minyak Goreng di Kediri Meroket hingga Rp22 Ribu per Liter

“Kita menyiapkan tol laut dan sifatnya relatif fleksibel. Setiap saat Pak Mendag atau Kepala Badan Pangan Nasional bila memerlukan rotasi kapal itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar